<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="14016">
 <titleInfo>
  <title>Model Kemitraan Klaster Agribisnis Cabai Merah Untuk Mengelola Risiko (Studi Kasus di Kabupaten Garut Jawa Barat)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SRI AYU ANDAYANI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Program Pascasarjana Unpad</publisher>
   <dateIssued>2015</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xix,;271 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kolaborasi diantara pelaku dan pendukung seharusnya dapat menunjang program &#13;
pengembangan klaster cabai merah di Kabupaten Garut, namun sampai sejauh ini dari hasil &#13;
kerjasama yang sudah berjalan sejak tahun 2011 belum dapat memberikan kepuasan bagi &#13;
semua pihak yang terlibat. Dalam klaster cabai merah masih terdapat permasalahan yang &#13;
mengindikasikan berbagai risiko. Fenomena permasalahan di atas memunculkan pertanyaan &#13;
penelitian yaitu kolaborasi kemitraart yang bagaimana yang dapat mengelola risiko yang &#13;
terjadi pada klaster yang dapat meningkatkan pendapatan petani cabai merah. Penelitian ini &#13;
bertujuan untuk mengidentifikasi dari risiko yang terjadi dan keterkaitan dari risiko-risiko itu, &#13;
selain itu penelitian ini juga menghasilkan suatu model kemitraan yang mampu mengelola &#13;
risiko yang terjadi. Dalam upaya mencapai tujuan yang telah ditetapkan, penelitian ini &#13;
menggunakan soft system dynamics methodology (SSDM) yang merupakan pendekatan &#13;
pemodelan berpikir sistemik yang dapat memahami situasi yang belum terstruktur dan &#13;
memuat berbagai komponen dan hubungan diantaranya yang menggunakan hubungan sebab &#13;
akihat (causal) sebagai dasar dalam memahami perilaku yang dinamis dari sebuah sistem &#13;
yang kompleks dalam mengkaji risiko yang terjadi pada klaster cabai merah. &#13;
&#13;
Berdasarkan hasil penelitian, dapat dikemukakan bahwa risiko produksi masih terjadi &#13;
yang dapat mempengaruhi pada pasokan cabai merah ke industri yang tidak sesuai dengan &#13;
kontrak perjanjian juga kualitas cabai merah yang belum sesuai dengan harapan. Hal ini &#13;
memicu pada terjadinya risiko pasar dan kelembagaan karena saling terkait dalam suatu &#13;
sistem juga akibat dengan terbatasnya sumber daya petani cabai merah dan kurangnya &#13;
dukungan dari berbagai pihak yang terlibat dalam klaster. Dengan demikian, dapat dikatakan &#13;
bahwa klaster cabai merah terindikasi adanya risiko produksi, risiko pasar, dan risiko &#13;
kelembagaan yang terakumulasi dalam risiko keuangan. &#13;
&#13;
Dalam upaya pengelolaan risiko yang terjadi, penelitian ini mengajukan tiga &#13;
kebijakanlskenario yaitu: (1) kebijakan teknologi naungan rainshelter, (2) kebijakan &#13;
pengalihan piutang melalui perusahaan anjak piutang, dan (3) kebijakan Asuransi kerugian &#13;
pertanian. Dalam mengelola risiko produksi yang terjadi, penggunaan teknologi naungan &#13;
rainshelter secara efektif memberikan dampak positif dari segi kuantitas juga dapat &#13;
meningkatkan kualitas on grade. Dengan skenario kebijakan pengalihan piutang melalui &#13;
anjak piutang (factoring), dan menghilangkan struktur piutang, kas petani meningkat &#13;
sehingga likuiditas petani semakin baik dalam melaksanakan usahatani cabai merah. Dengan &#13;
skenario asuransi pertanian sebagai salah satu komponen penting dalam manajemen risiko, &#13;
likuiditas petani cabai merah cenderung meningkat dalam jangka panjang sehingga &#13;
keberlanjutan usahatani cabai merah terus berlangsung. &#13;
&#13;
Dalam upaya mengembangkan klaster cabai merah, model kemitraan yang dapat &#13;
diterapkan untuk mengelola risiko adalah model inovasi teknologi dan inovasi kelembagaan &#13;
secara efisien dan berkelanjutan. Penerapan model tersebut seyogyanya didukung dengan &#13;
j&gt;enguatan kelembagaan didalamnya serta kolaborasi yang lebih baik dari berbagai pihak &#13;
yang terkait dalam klaster cabai merah. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">ANDAYANI SRI AYU</note>
 <subject authority="">
  <topic>risiko, klaster, cabai merah, kemitraan, SSDM</topic>
 </subject>
 <classification>630 And M</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>630 And M/R.15.16</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001150100024</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (Ref.15.16)</sublocation>
    <shelfLocator>630 And M/R.15.16</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>14016</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 16:03:52</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-08-29 14:16:14</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>