<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="14015">
 <titleInfo>
  <title>Dinamika Pertumbuhan Dan Hasil Jagung (Zea Mays L.) Akibat Pemberian Amelioran Lumpur Laut Cair Dan Pupuk Kotoran Sapi Pada Tanah Gambut</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Tatang Abdurrahman</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Program Pascasarjana Unpad</publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xvii,;183 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Dua percobaan lapangan untuk mempelajari pertumbuhan gulma pada penanaman &#13;
padi berbasis teknologi hem at air (IPAT-BO) guna menentukan cara &#13;
pengendalian gulma yang dapat menekan kehilangan hasil telah dilaksanakan dari &#13;
bulan April 2013 sampai Juli 2014 di lahan sawah Gabungan Kelompok Tani &#13;
Sadang Mukti Kampung Sadang Sari Kelurahan Andir Kecamatan Baleendah &#13;
Kabupaten Bandung Jawa Barat yang terletak pada ketinggian 668 m di atas &#13;
permukaan laut, jenis tanah Inceptisol, curah hujan rata-ratanya adalah 2273,7 &#13;
mm per tahun, tipe iklim C3 menurut Klasifikasi Oldeman (1975). Bahan-bahan &#13;
yang digunakan pada percobaan ini adalah benih padi varietas Sintanur. &#13;
Perccbaan pertama untuk mempelajari pengaruh cara pengairan dan jarak tanam &#13;
yang berbeda terhadap pertumbuhan gulma dan hasil tanaman padi berbasis &#13;
teknologi IPAT-BO, menggunakan Rancangan Petak Terpisah dengan 3 ulangan, &#13;
dengan petak utama cara pengairan, yang terdiri dari empat taraf, yaitu : Cara &#13;
pengairan konvensional (tergenang 3-5 cm di atas permukaan tanah selama &#13;
pertumbuhan tanaman), Pengairan secara IPAT-BO dengan batas minimal-5 cm, &#13;
-10 cm dan -15 cm di bawah permukaan tanah. Anak petak adalah jarak tanam, &#13;
yang terdiri dari empat ratafyaitu : (30 x 25) cm, (30 x 30) cm, (30 x 35 ) cm, dan &#13;
(35 x 35 ) cm. Percobaan kedua untuk mempelajari pengaruh cara pengendalian &#13;
gulma yang berbeda pada perlakuan yang memberikan hasil terbaik pada &#13;
penelitian satu (cara pengairan secara IPAT-BO dengan batas minimal -5 cm di &#13;
bawah permukaan tanah dan jarak tanam 35 cm x 35 cm) terhadap pertumbuhan &#13;
gulma dan hasil tanaman padi sawah. yang terdiri dari 5 perlakuan (tanpa disiangi, &#13;
pengendalian secara manual pada umur 15 dan 45 HST, menggunakan herbisida &#13;
campuran penoxsulam + cyhalofop-butyl pada umur 15 HST, menggunakan &#13;
herbisida bispyribac-sodium pada umur 15 HST, dan menggunakan herbisida &#13;
campuran metil metsulfuron + 2,4 D garam natrium pada umur 15 HST) dan &#13;
diulang 3 kali. Hasil percobaan menunjukkan bahwa: Cara pengairan yang &#13;
berbeda memberikan pengaruh yang berbeda terhadap pertumbuhan gulma, &#13;
dimana gulma yang tumbuh dominan pada pengairan secara konvensional pada &#13;
seluruh jarak tanam yang dicoba di umur 20, 40 dan 60 HST masing-masing &#13;
adalah L. octovalvis, P. oleracea dun A. sessilis (L.), sedangkan pada pengairan &#13;
secara IPAT-BO adalah L. octovalvis, F. milliacea, dan E. cruss-galli. Interaksi &#13;
antara cara pengairan sampai batas minimal -5 cm di bawah permukaan tanah &#13;
dan jarak tanam 35 cm x 35 cm memberikan hasil gabah kering giling terbaik &#13;
dibanding perlakuan yang lain (memberikan kenaikan hasil 57,73 % &#13;
dibandingkan dengan pengairan secara konvensional). Pengendalian gulma &#13;
menggunakan herbisida berbahan aktif 2.4 D + Methyl metsulfuron memberikan &#13;
hasil yang terbaik terhadap penekanan pertwnbuhan gulma dan hasil tanaman padi &#13;
dibandingkan perlakuan yang lainnya (meningkatkan hasil tanaman padi 47,97 % &#13;
dibanding pengendalian gulma secara manual).</note>
 <note type="statement of responsibility">Abdurrahman Tatang</note>
 <subject authority="">
  <topic>pertumbuhan gulma, hasil padi, pengaturan pengaira</topic>
 </subject>
 <classification>630 Abd D</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>630 Abd D/R.15.15</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001130100168</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.15.15)</sublocation>
    <shelfLocator>630 Abd D/R.15.15</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>14015</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 16:03:52</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-08-29 14:12:05</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>