Agribisnis Itik Alabio Petelur Melalui Analisis Keterkaitan Antar subsistem (Kasus Di Kabupaten Hulu Sungai Utara Provinsi Kalimantan Selatan)
Usaha peternakan itik alabio sebagai penghasil telur di KabupatenHulu Sungai Utara kurang berkembang sebagaimana mestinya ditunjukkan dengan sebagian ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001130100072 338.1 Erl a/R.15.1 Perpustakaan Pusat (REF.15.1) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 338.1 Erl a/R.15.1Penerbit Program Pascasarjana Unpad : Bandung., 2013 Deskripsi Fisik xvi,;191 hlm,;29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 338.1 Erl aTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab ERLINA SITI -
Usaha peternakan itik alabio sebagai penghasil telur di KabupatenHulu Sungai Utara kurang berkembang sebagaimana mestinya ditunjukkan dengan sebagian besar skala usaha masih rendah yaitu sebesar 81,11% peternak memiara dibawah 500 ekor. Daya saing rendah dengan harga jual telur yang lebih tinggi dibandingkan telur yang datang dari luar daerah padahal keadaan alam berupa rawa sangat potensial sebagai penyedia pakan dan peternak memiliki pengalaman turun temurun dalam memiara itik. Pengembangan agribisnis itik alabio dengan memperhatikan semua subsistem menjadi penting untuk mendapatkan tingkat produksi dan pendapatan yang maksimal. Penelitian ini bertujuan mendapatkan gambaran mengenai pengembangan agribisnis itik alabio petelur di Kabupaten Hulu Sungai Utara melalui semua subsistem. Faktor yang dikaji adalah akses terhadap sarana produksi, efisiensi produksi dan pemasaran serta keterkaitan antar subsistem terhadap produksi dan pendapatan peternak. Penelitian menggunakan metode survey dengan jumlah sampel peternak 90 orang dan pedagang, breeder dan pembesaran masing-masing 5 orang. Proses produksi dikaji dengan menggunakan analisis Cobb-Douglas, sedangkan keterkaitan antar subsistem menggunakan analisis regresi multivariat. Data yang diperoleh dianalisa secara kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Pengujian hipotesis melalui uji T, uji Mann¬Withney dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh signifikan kemudahan dalam mengakses sarana produksi terhadap produksi dan pendapatan. Proses produksi berada pada increasing return to scaledengan jumlah induk sebagai penentu terbesar. Walaupun farmer's share dan margin menunjukkan efisien namun antar peternak dengan pengecer memiliki integrasi harga derajat rendah ditunjukkan 1MC = 1,11. Berdasarkan hasil analisis multivariat maka pengembangan agribisnis itik alabio petelur melalui peningkatan produksi dapat dilakukan dengan memperhatikan sumber bibit, harga kandang, jumlah pakan, jumlah tenaga kerja dan biaya pemasaran, sedangkan melalui peningkatan pendapatan dapat dilakukan dengan memperhatikan sumber bibit, harga bibit, harga kandang, jumlah pakan dan biaya pemasaran. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






