Detail Cantuman

Image of Pertumbuhan Gulma Dan Hasil Tanaman Padi Varietas Sintanur Pada Teknologi Intensifikasi Padi Aerob Terkendali Berbasis Organik (IPAT-BO) Dengan Berbagai Cara Pengairan Dan Jarak Tanam Serta Pengendalian Gulma

 

Pertumbuhan Gulma Dan Hasil Tanaman Padi Varietas Sintanur Pada Teknologi Intensifikasi Padi Aerob Terkendali Berbasis Organik (IPAT-BO) Dengan Berbagai Cara Pengairan Dan Jarak Tanam Serta Pengendalian Gulma


Dua percobaan lapangan urituk mempelajari pertumbuhan gulma pada penanaman
padi berbasis teknologi hemat air (IP AT -BO) guna menentukan cara ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001150100064630 Ant p/R.15.18Perpustakaan Pusat (REF.15.18)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    630 Ant p/R.15.18
    Penerbit Program Pascasarjana Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xvii,;179 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    630 Ant p
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Dua percobaan lapangan urituk mempelajari pertumbuhan gulma pada penanaman
    padi berbasis teknologi hemat air (IP AT -BO) guna menentukan cara
    pengendalian gulma yang dapat menekan kehilangan hasil telah dilaksanakan dari
    bulan April 2013 sampai Juli 2014 di lahan sawah Gabungan Kelompok Tani
    Sadang Mukti Kampung Sadang Sari Kelurahan Andir Kecamatan Baleendah
    Kabupaten Bandung Jawa Barat yang terfetak pada ketinggian 668 m di atas
    permukaan laut, jenis tanah Inceptisol, curah hujan rata-ratanya adalah 2273,7
    mm per tahun, tipe iklim C3 menurut Klasifikasi Oldeman (l975} Bahan-bahan
    yang digunakan pada percobaan ini adalah benih padi varietas Sintanur.
    Percobaan pertama untuk mempelajari pengaruh cara pengairan dan jarak tanam
    yang berbeda terhadap pertumbuhan gulma dan hasil tanaman padi berbasis
    teknologi IPAT-BO, menggunakan Rancangan Petak Terpisah dengan 3 ulangan,
    dengan petak utama cara pengairan, yang terdiri dari empat taraf, yaitu : Cara
    pengairan konvensional (tergenang 3-5 cm di atas permukaan tanah selama
    pertumbuhan tanaman), Pengairan secara IPAT-BO dengan batas minimal -5 cm,
    -10 cm dan -15 cm di ba wah perm ukaan tanah. Anak petak adalah j arak tanam,
    yang terdiri dari empat ratafyaitu : (30 x 25) cm, (30 x 30) cm, (30 x 35 ) cm, dan
    (35 x 35 ) cm. Percobaan kedua untuk mempelajan pengaruh cara pengendalian
    gulma yang berbeda pada perlakuan yang memberikan hasil terbaik pada
    penelitian satu (cara pengairan secara IPAT-BO dengan batas minimal -5 cm di
    bawah permukaan tanah dan jarak tanam 35 cm x 35 cm) terhadap perturnbuhan
    gulma dan hasil tanaman padi sawah. yang terdiri dari 5 perlakuan (tanpa disiangi,
    pengendalian secara manual pada urnur 15 dan 45 HST, menggunakan herbisida
    campuran penoxsulam + cyhalofop-butyl pada umur 15 HST, menggunakan
    herbisida bispyribac-sodium pada umur 15 HST, dan menggunakan herbisida
    campuran metil metsulfuron + 2,4 D garam natrium pada umur 15 HST) dan
    diulang 3 kali. Hasil percobaan menunjukkan bahwa: Cara pengairan yang
    berbeda memberikan pengaruh yang berbeda terhadap perturnhuhan g\,llm~,
    dimana gulma yang tumbuh dominan pada pengairan secara konvensional pada
    seluruh jarak tanam yang dicoba di umur 20, 40 dan 60 HST masing-masing
    adalah L. octovalvis, P. oleracea dan A. sessilis CL.), sedangkan pada pengairan
    secara IPAT-BO adalah L. octovalvis, F. milliacea, dan E. cruss-galli. Interaksi
    antara cara pengairan sampai batas minimal -5 cm di bawah permukaan tanah
    dan jarak tanam 35 cm x 35 cm memberikan hasil gabah kering giling terbaik
    dibanding perlakuan yang lain (memberikan kenaikan hasil 57,73 %
    dibandingkan dengan pengairan secara konvensional). Pengendalian gulma
    menggunakan herbisida berbahan aktif 2A D + Methyl metsulfuron memberikan
    hasil yang terbaik terhadap penekanan pertumbuhan gulma dan hasil tanaman padi
    dibandingkan perlakuan yang lainnya (meningkatkan hasil tanaman padi 47,97 %
    dibanding pengendalian gulma secara manual).
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi