Hubungan Antara Ekpresi mRNA Aromatase,17 -HSD2 Kadar TGF 1 dan Derajat Endometriosis
ABSTRAK
Endometriosis terjadi karena adanya aliran balik darah haid ke dalam rongga pelvis. Daya tumbuh sel mirip endometrium ini dipengaruhi ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001140100072 610 Anw h / R.13.4 Perpustakaan Pusat (Ref 13.4) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 610 Anw hPenerbit Program Pasca Sarjana : Bandung., 2014 Deskripsi Fisik xvii,;179 hlm,; 29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 610Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Anwar,Ruswana -
ABSTRAK
Endometriosis terjadi karena adanya aliran balik darah haid ke dalam rongga pelvis. Daya tumbuh sel mirip endometrium ini dipengaruhi reaksi peradangan lokal sitokin TGF-P1, enzim aromatase yang ineningkatkan estradiol, dan enzim 1743-HSD2 yang menunmkan estradiol. Terdapat mekanisme ekspresi mRNA aromatase dan 17P-HSD2 yang berbeda antara endometrium eutopik dan ektopik dengan tanpa endometriosis. Hal ini terkait dengan peran sitokin TGF-Hl. Penelitian ini dimaksudkan untuk menguji dan membandingkan peran sitokin dan aromatase sena 174:3-HSD2 pada pertumbuhan endometriosis dan dampaknya pada derajat penyakit ini.
Penelitian observasional analitik dengan rancangan case-control dilaksanakan di RSUP Dr. Hasan Sadikin sejak Mei 2011 sampai September 2013. Subjek penelitian adalah 40 subjek kasus endometriosis dan 40 subjek kelompok kontrol secara consecutive sampling. Pemeriksaan ekspresi mRNA aromatase, mRNA .1713-1-ISD2 endometrium eutopik dan ektopik dengan metode reverse-transcriPtase polymerase chain reaction (RT-PCR), sedangkan TGF-(3l serum dan cairan peritoneum dengan metode ELISA yang dikerjakan di laboratorium Prodia Jakarta. Pada setnua kasus endomctriois dilakukan penentuan derajat endometriosis. Uji statistik dengan uji T, Uji Mann-Whitney dan Uji Wilcoxon serta korelasi regresi.
Has ii penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna ekspresi mRNA aromatase endometrium ektopik dan eutopik yang lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (p -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






