Perilaku destruktif nelayan penyelam di pulau barrang lompo kota makassar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; (1) Seluk beluk kegiatan dive fishing
sehingga makin marak dilakukan oleh nelayan Pulau Barrang ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001120100135 639 Wah p/R.15.80 Perpustakaan Pusat (REF.15.80) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 639 Wah p/R.15.80Penerbit Program Pascasarjana Unpad : Bandung., 2012 Deskripsi Fisik XVI,;279 HLM,;29 CMBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 639 Wah pTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Wahid, Abdul -
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; (1) Seluk beluk kegiatan dive fishing
sehingga makin marak dilakukan oleh nelayan Pulau Barrang lompo, (2) Motivasi
penyelam pembius, penyelam pembom dan penyelam teripang, sehingga mereka tetap
saja melakukan praktek dive fishing yang sangat berisiko, (3) Sejauh mana peranan
pemerintah dalam hal kontrol dan penegakan hukum yang dilakukan dalam rangka
pengendalian kegiatan dive fishing yang lebih cenderung destruktif.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, yang
bertujuan untuk memberikan gambaran tentang kegiatan dive fishing, dan mengkaji
suatu yang spesifik dari kegiatan kenelayanan yang melakukan penyelaman untuk
mendapatkan sumberdaya ikan target yang dilakukan oleh nelayan penyelam. Data
yang dikumpulkan dipelajari sebagai suatu keseluruhan yang terintegrasi melalui
penelusuran, pengumpulan data dan informasi di lokasi penelitian, disamping
melakukan studi pustaka.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (I). Maraknya praktek dive fishing yakni pencari
teripang, pembius dan pembom, disebabkan oleh; 1) Besamya hasil tangkapan yang
diperoleh dengan metode tersebut, 2) Minimnya pemahaman tentang dampak buruk
dari kegiatan penyelaman, 3) Keberanian dan ketidakpedulian nelayan akan risiko dari
penyelaman. 4) Belum adanya regulasi yangjelas dan tegas tentang praktek penyelaman
dan peralatannya. (2). Motivasi utama nelayan dalam memilih profesi sebagai penyelam
adalah ekspektasi untuk mendapatkan hasil yang banyak (motivasi ekonomi), walaupun
hal itu berisiko lumpuh dan kematian. Namun sesungguhnya tindakan, po la pikir dan
perilaku nelayan tersebut pada dasamya hanya karena ketidakmampuan berpikir secara
rasional karena keterbatasan referensi dan pemahaman akan aspek savety dive. Adapun
motivasi yang kuat dan keberanian dari nelayan penyelam, tidak sekedar hanya sebagai
perwujudan dari tuntutan kebutuhan atau motivasi ekonomi, melainkan adanya faktor
budaya yang dibentuk oleh lingkungan, membuat merekat tidak memiliki rasa takut
dan khawatir akan risiko keselamatannya. (3) Penggunaan hookah yang tidak
memenuhi standar savety dive, juga sekaligus sebagai mesin pembunuh, karena tidak
adanya upaya pencerdasan melalui pendidikan dan penyuluhan, yang sistematis,
komprehensif dan terpola serta terukur, yang semestinya dilakukan oleh pemerintah
melalui perangkat dan aparatnya. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






