Detail Cantuman

Image of Pembuatan bahan acuan wedelolakton dalam ektrak tumbuhan urangaring

 

Pembuatan bahan acuan wedelolakton dalam ektrak tumbuhan urangaring


ABSTRAK

Kecenderungan masyarakat untuk beralih pada pengobatan alami dan maraknya
penggalian potensi bahan obat dari tanaman ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001120100260572 Yul p/R.14.51Perpustakaan Pusat (REF.14.51)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    572 Yul p/R.14.51
    Penerbit Program Pascasarjana Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xviii,;118 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    572
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • ABSTRAK

    Kecenderungan masyarakat untuk beralih pada pengobatan alami dan maraknya
    penggalian potensi bahan obat dari tanaman baru membuat perdagangan obat­
    obatan herbal meningkat secara signifikan. Tanaman urang aring (Eclipta alba
    (L.) Hassk) adalah salah satunya yang banyak dicari oleh industri obat-obatan dan
    herbal karena memiliki berbagai aktifitas biologis sehingga banyak digunakan
    untuk pengobatan berbagai penyakit. Sebagai marker bioaktif Eclipta alba (L.)
    Hassk yaitu wedelolakton. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh
    senyawa wedelolakton mumi yang dapat digunakan sebagai standar, mendapatkan
    metode altematif penetapan wedelolakton secara KCKT - F yang valid, andal dan
    absah serta memperoleh prototype bahan acuan wedelolakton dalam ekstrak untuk
    keperluan jaminan mutu analisis wedelolakton. Dalam penelitian ini, telah
    dilakukan pemisahan wedelolakton mumi dari daun urang aring menggunakan
    teknik kromatografi kolom konvensional; optimasi dan validasi metode
    penetapan wedelolakton secara KCKT fasa terbalik dengan detektor fluoresensi;
    dan pembuatan bahan acuan wedelolakton didalam ekstrak herbal. Komponen
    wedelolakton dengan kemumian 94% diperoleh dengan teknik kromatografi
    kolom konvensional dengan fasa diam silika menggunakan campuran
    heksan:aseton (10% bergradien) sebagai fasa gerak. Prosedur ekstraksi dan
    isolasi cukup konsisten, walaupun jumlah persentase isolat yang didapatkan
    berbeda. Kondisi optimum untuk analisis wedelolakton secara KCKT fasa terbalik
    dengan detektor fluoresensi dilakukan dengan pengaturan penguatan/amplifikasi
    gain 1000 dan panjang gelombang eksitasi serta emisi masing masing 350 nm dan
    458 nm. Sistem eluen yang terbaik untuk memisahkan wedelolakton adalah
    campuran metanol:asam asetat (0,35% dalam air) (50:50 (v/v)). Metode analisis
    KCKT dengan sistem deteksi fluoresen merupakan metode yang valid, andal dan
    absah untuk dapat digunakan sebagai metode altematif penentuan wedelolakton.
    Parameter karakteristik kinerja yang ditentukan: linieritas dan rentang kerja
    analisis (0,7 - 130) ug/g dengan persamaan garis regresi antara luas puncak (Y)
    terhadap ppm wedelolakton (X): Y = 24806 + 22170 X, dan nilai koefisien
    korelasi (r) = 0,9998; batas deteksi dan batas kuantitasi pengukuran berturut turut
    sebesar 0,3 dan 0,7 ug/g; presisi: 4,8%; recovery: 102 - 104%. Bahan acuan
    wedelolakton dalam ekstrak herbal urang aring yang dibuat telah memenuhi syarat
    sebagai bahan acuan yaitu homogen dan stabil serta mempunyai nilai dan rentang
    ketidakpastian sebesar (5851 ± 549) ug/g atau (5,85 ± 0,55) mg/g.

    Kata kunci: wedelolakton, proses ekstraksi dan isolasi, optimasi dan validasi
    metode, bahan acuan, ketidakpastian pengujian.

  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi