<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="13980">
 <titleInfo>
  <title>Pembuatan bahan acuan wedelolakton dalam ektrak tumbuhan urangaring</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Yuliana, Trisna</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Program Pascasarjana Unpad</publisher>
   <dateIssued>2012</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xviii,;118 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK &#13;
&#13;
Kecenderungan masyarakat untuk beralih pada pengobatan alami dan maraknya &#13;
penggalian potensi bahan obat dari tanaman baru membuat perdagangan obat­ &#13;
obatan herbal meningkat secara signifikan. Tanaman urang aring (Eclipta alba &#13;
(L.) Hassk) adalah salah satunya yang banyak dicari oleh industri obat-obatan dan &#13;
herbal karena memiliki berbagai aktifitas biologis sehingga banyak digunakan &#13;
untuk pengobatan berbagai penyakit. Sebagai marker bioaktif Eclipta alba (L.) &#13;
Hassk yaitu wedelolakton. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh &#13;
senyawa wedelolakton mumi yang dapat digunakan sebagai standar, mendapatkan &#13;
metode altematif penetapan wedelolakton secara KCKT - F yang valid, andal dan &#13;
absah serta memperoleh prototype bahan acuan wedelolakton dalam ekstrak untuk &#13;
keperluan jaminan mutu analisis wedelolakton. Dalam penelitian ini, telah &#13;
dilakukan pemisahan wedelolakton mumi dari daun urang aring menggunakan &#13;
teknik kromatografi kolom konvensional; optimasi dan validasi metode &#13;
penetapan wedelolakton secara KCKT fasa terbalik dengan detektor fluoresensi; &#13;
dan pembuatan bahan acuan wedelolakton didalam ekstrak herbal. Komponen &#13;
wedelolakton dengan kemumian 94% diperoleh dengan teknik kromatografi &#13;
kolom konvensional dengan fasa diam silika menggunakan campuran &#13;
heksan:aseton (10% bergradien) sebagai fasa gerak. Prosedur ekstraksi dan &#13;
isolasi cukup konsisten, walaupun jumlah persentase isolat yang didapatkan &#13;
berbeda. Kondisi optimum untuk analisis wedelolakton secara KCKT fasa terbalik &#13;
dengan detektor fluoresensi dilakukan dengan pengaturan penguatan/amplifikasi &#13;
gain 1000 dan panjang gelombang eksitasi serta emisi masing masing 350 nm dan &#13;
458 nm. Sistem eluen yang terbaik untuk memisahkan wedelolakton adalah &#13;
campuran metanol:asam asetat (0,35% dalam air) (50:50 (v/v)). Metode analisis &#13;
KCKT dengan sistem deteksi fluoresen merupakan metode yang valid, andal dan &#13;
absah untuk dapat digunakan sebagai metode altematif penentuan wedelolakton. &#13;
Parameter karakteristik kinerja yang ditentukan: linieritas dan rentang kerja &#13;
analisis (0,7 - 130) ug/g dengan persamaan garis regresi antara luas puncak (Y) &#13;
terhadap ppm wedelolakton (X): Y = 24806 + 22170 X, dan nilai koefisien &#13;
korelasi (r) = 0,9998; batas deteksi dan batas kuantitasi pengukuran berturut turut &#13;
sebesar 0,3 dan 0,7 ug/g; presisi: 4,8%; recovery: 102 - 104%. Bahan acuan &#13;
wedelolakton dalam ekstrak herbal urang aring yang dibuat telah memenuhi syarat &#13;
sebagai bahan acuan yaitu homogen dan stabil serta mempunyai nilai dan rentang &#13;
ketidakpastian sebesar (5851 ± 549) ug/g atau (5,85 ± 0,55) mg/g. &#13;
&#13;
Kata kunci: wedelolakton, proses ekstraksi dan isolasi, optimasi dan validasi &#13;
metode, bahan acuan, ketidakpastian pengujian. &#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">Yuliana, Trisna</note>
 <subject authority="">
  <topic>wedelolakton, proses ekstraksi dan isolasi, optima</topic>
 </subject>
 <classification>572</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>572 Yul p/R.14.51</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001120100260</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.14.51)</sublocation>
    <shelfLocator>572 Yul p/R.14.51</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>scan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>13980</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 15:58:49</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-07-18 14:44:11</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>