<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="13969">
 <titleInfo>
  <title>Pemanfaatan cairan rumen sapi dalam fermentasi kulit umbi singkong sebagai bahan pakan ikan gurame (Osphronemus goramy lac. )</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Andriani, Yuli</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Program Pascasarjana Unpad</publisher>
   <dateIssued>2012</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xxi,;291 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kulit umbi singkong merupakan limbah yang dapat mencemari linglrungan &#13;
bila tidak ditangani dengan baik. Potensi pemanfaatan limbah salah satunya &#13;
dimanfaatkan sebagai sumber bahan pakan ikan alternatif yang ekonomis karena &#13;
kulit singkong merupakan limbah yang murah, mudah diperoleh dan merupakan &#13;
memiliki kandungan pati sebagai sumber karbohidrat. Upaya peningkatan &#13;
kualitas nilai gizi bahan pakan, terutama yang berkaitan dengan serat kasar yang &#13;
tinggi dan terdapatnya zat antinutrisi seperti asam sianida (HeN) dalam kulit &#13;
singkong dapat dilakukan dengan melakukanproses degradasi menggunakan agen &#13;
biologis (biodegradasi). Agen biologis yang mampu bersifat selulolitik dan &#13;
sekaligus mampu meningkatkan kualitas nilai gizi bahan pakan salah satunya &#13;
adalah mikroorganisme dalam cairan rumen sapi. Produk terbaik dari proses &#13;
biodegradasi kulit umbi singkong dapat terukur pengaruhnya terhadap performa &#13;
ikan gurame melalui pengujian biologis. Penelitian telah dilaksanakan di &#13;
Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam &#13;
(MIP A) dan Hatchery Laboratorium Akuakultur, Fakultas Perikanan dan Ilmu &#13;
Kelautan Universitas Padjadjaran. Penelitian terdiri atas 3 tahap percobaan yaitu: &#13;
1) Isolasi, seleksi dan identifikasi mikroorganisme selulolitik (bakteri dan kapang) &#13;
asal cairan rumen sapi, 2) Biodegradasi kulit umbi singkong secara fermentasi dan &#13;
hidrolisis menggunakan isolat bakteri, kapang dan konsorsiurnnya, cairan rumen &#13;
sapi, dan enzim ekstrak kasar cairan rumen sapi pada berbagai dosis, dan 3) Uji &#13;
biologis, bertujuan untuk mengetahui jumlah penggunaan produk biodegradasi &#13;
yang memberikan respon terbaik pada performa ikan gurame. Penelitian &#13;
dilakukan dengan metode eksperimental di laboratorium. Penelitian tahap I &#13;
dilakukan menggunakan metode pengenceran berseri dan cawan, tuang, &#13;
selanjutnya data dianalisis secara deskriptif. &#13;
&#13;
Penelitian tahap ll, pada tahap fermentasi menggunakan metode &#13;
eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial, dimana faktor &#13;
pertama adalah dosis inokulum dan faktor kedua adalah jenis mikroba. Tahap &#13;
hidrolisis menggunakan RAL, terdiri atas 5 perlakuan, yaitu jumlah penambahan &#13;
cairan rumen sapi dan enzim ekstrak kasar sebanyak 0%, 25%, 50%, 75% dan &#13;
100% persen, masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Penelitian &#13;
tahap III dilakukan dengan menggunakan RAL, terdiri atas 5 (lima) perlakuan &#13;
penambahan produk biodegradasi sebesar 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20 % dalam &#13;
pakan, masing-masing diulang tiga kali. Data dianalisis menggunakan ANOV A &#13;
dan dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan bila terdapat pengaruh dari &#13;
perlakuan. &#13;
&#13;
Hasil penelitian diperoleh bahwa mikroba cairan rumen sapi aerob yang &#13;
memiliki kemampuan selulolitik tertinggi adalah Bacillus megaterium, Bacillus &#13;
mycoides, Penicillium nalviogense, dan Aspergillus tamarii. Produk biodegradasi &#13;
terbaik didapatkan dari fermentasi menggunakan konsorsium bakteri-kapang (B. &#13;
megaterium, B. mycoides dan A. tamarii) pada dosis 5% selama 7 hari, dimana &#13;
terjadi penurunan serat kasar sebesar 53,07% (6,12%), penurunan HeN sebesar &#13;
98,15% (4,9 mg/kg), dan peningkatan protein kasar sebesar 135% (10,91%). &#13;
Hidrolisis menggunakan enzim ekstrak kasar cairan rumen sapi dosis 100% &#13;
mampu menurunkan serat kasar dan HeN, serta meningkatkan protein kulit umbi</note>
 <note type="statement of responsibility">Andriani, Yuli</note>
 <subject authority="">
  <topic>Hasil penelitian diperoleh bahwa mikroba cairan ru</topic>
 </subject>
 <classification>639 And p</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>639 And p/R.15.75</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001120100207</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.15.75)</sublocation>
    <shelfLocator>639 And p/R.15.75</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>13969</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 15:58:49</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-09-04 10:39:22</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>