<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="13961">
 <titleInfo>
  <title>Respon kacang tanah ( Arachis Hypogaea L.) kultivar lokal asal Banten terhadap inokulasi mikoriza pada tanah dengan variasi ketersediaan air selama fase generatif</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rusmana</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Program Pascasarjana Unpad</publisher>
   <dateIssued>2011</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xx136 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian dilaksanakan dengan tujuan untuk: (1) mengkaji respons kacang &#13;
tanah kultivar Iokal asal Banten yang tercekarn kekeringan selarna fase generatif, &#13;
(2) mengkaji respons kacang tanah kultivar lokal dengan toleransi bervariasi &#13;
terhadap cekaman kekeringan seIama fase generatif terhadap inokuIasi Fungi &#13;
Mikoriza Arbuskula (FMA), dan mendapatkan dosis FMA yang mernberikan &#13;
hasil tertinggi dicapai oleh kultivar lokal kacang tanah pada kondisi cekaman &#13;
kekeringan bervariasi, dan (3) mengkaji respons kacang tanah kultivar lokal yang &#13;
diinokulasi FMA terhadap kekeringan di lapangan. Penelitian telah dilakukan tiga &#13;
tahap. Tahap pertarna dan kedua rnerupakan penelitian dalarn pot ditempatkan di &#13;
rumah kaca Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanarnan Pangan dan &#13;
Hortikultura, Dinas Pertanian dan Petemakan Propinsi Banten dari bulan Juli &#13;
sampai Nopember 2009. Penelitian tahap ketiga merupakan penelitian lapangan &#13;
di Desa Sukararne, Kecarnatan Cikeusal, Kabupaten Serang dari bulan Oktober &#13;
2010 sarnpai Pebruari 2011. &#13;
&#13;
Percobaan tahap pertama rnenggunakan Rancangan Petak Terpisah (Split &#13;
Plot Design). Petak Utarna: kultivar lokal kacang tanah, terdiri atas 14 kultivar &#13;
asal Cikeusal, Bojonegara, Petir, Pulo Ampel, Walantaka, Taktakan, Purwakarta, &#13;
Menes, Cibaliung, Bayah, Anyar, Malingping, Cikeusik, dan Cisoka. Anak Petak: &#13;
kadar air tanah, terdiri atas 100%, 75%, dan 50% air tanah tersedia. Kombinasi &#13;
perlakuan diulang 3 kali. Percobaan tahap kedua menggunakan Rancangan Petak &#13;
Terbagi (Split-split Plot Design), Petak Utama: kultivar lokal kacang tanah &#13;
terseleksi terhadap level kekeringan, yaitu kultivar Petir (toleran kekeringan), &#13;
kultivar Cikeusal (cukup toleran kekeringan), dan kultivar Malingping (peka &#13;
kekeringan). Anak Petak: kadar air tanah, yaitu 100%., 75%, dan 50% air tanah &#13;
tersedia. Anak-anak Petak: dosis FMA, yaitu 0 t ha-I, 5 t ha&quot;, 10 t ha-I, dan &#13;
]5 t ha&quot;. Kombinasi perlakuan diulang 3 kali. Percobaan tahap ketiga &#13;
menggunakan Rancangan Acak Kelompok pola Faktorial, terdiri atas 2 taraf &#13;
faktor. Faktor pertama: kultivar kacang tanah lokal terseleksi terhadap level &#13;
kekeringan, yaitu: kultivar Petir, Cikeusal, dan Malingping. Faktor kedua: dosis &#13;
FMA 0 t ha&quot; dan 5 t ha-I. Kornbinasi perlakuan diulang 4 kali. &#13;
&#13;
Hasil percobaan tahap pertama di rumah kaca, menunjukkan bahwa &#13;
keempat belas kultivar lokaI kacang tanah asal Banten memiliki toIeransi yang &#13;
berbeda terhadap cekarnan kekeringan selama fase generatif, berdasarkan variabel &#13;
rasio pupus akar, kandungan prolin daun, jumlah polong, bobot polong, dan bobot &#13;
biji. Kultivar lokal asal Petir, Taktakan, dan Purwakarta tergolong toleran &#13;
berdasarkan variabel rasio pupus akar. Selain itu, kultivar lokal asal Purwakarta &#13;
tergolong toleran berdasarkan kandungan proIin daun. Secara umum kultivar &#13;
lokal asal Taktakan lebih toleran dibandingkan dengan asal Petir dan Purwakarta. &#13;
&#13;
Hasil percobaan tahap kedua di rurnah kaca, menunjukkan bahwa kacang &#13;
tanah kultivar Iokal asal Banten dengan toleransi yang berbeda terhadap cekarnan &#13;
kekeringan memberikan respons yang berbeda terhadap pemberian inokulasiFMA dan perbedaan itu bervariasi pada ketersediaan air tanah yang berbeda &#13;
berdasarkan variabel rasio pupus akar, jumlah polong, jumlah biji, bobot polong, &#13;
dan bobot biji. Pemberian inokulan FMA dosis 5 t ha&quot; pada tanaman kacang &#13;
tanah di rumah kaca membeiikan bobot polong dan basil bobot biji tertinggi &#13;
dibandingkan dengan dosis 10 t ba-1 dan 15 t ba-r untuk ketiga kelompok kultivar &#13;
(toleran, cukup toleran, dan peka terhadap cekaman kekeringan) pada ketersedian &#13;
air tanah 100 %, 75 %, dan 50 %. Bobot biji kultivar toleran lebih tinggi &#13;
dibandingkan dengan kultivar cukup toleran dan kultivar peka terhadap cekaman &#13;
&#13;
kekeringan. . &#13;
&#13;
Hasil percobaan tahap ketiga, menunjukkan bahwa kacang tanah kultivar &#13;
lokal asal Banten dengan toleransi yang berbeda terhadap cekaman kekeringan &#13;
yang ditanam di lapangan dan diinokulasi FMA dosis yang memberikan hasil &#13;
tertinggi, memberikan respons yang berbeda. Bobot polong dan bobot biji &#13;
meningkat dengan pemberian FMA baik pada kultivar yang toleran, cukup &#13;
toleran, maupun peka. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">Rusmana</note>
 <subject authority="">
  <topic>Arachis hypogaea L., kultivar lokal, ketersediaan </topic>
 </subject>
 <classification>633.3 Rus r</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>633.3 Rus r/R.15.69</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001110100167</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.15.69)</sublocation>
    <shelfLocator>633.3 Rus r/R.15.69</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>13961</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 15:58:49</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-08-31 09:29:14</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>