Detail Cantuman

Image of Produksi bio-etanol dari hidrolisat tepung empulur batang sagu (metroxylon sagu, rorrb.) oleh beberapa strain khamir dan zymomonas mobilis

 

Produksi bio-etanol dari hidrolisat tepung empulur batang sagu (metroxylon sagu, rorrb.) oleh beberapa strain khamir dan zymomonas mobilis


PRODUKSI BIO-ET ANOL DARI HIDROLISAT
TEPUNG EMPULUR BATANG SAGU (Metroxylon sagu, Rottb)
OLEH BEBERAP A ST.RAIN Khamir DAN Zymomonas ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001110100080633.6 Per p/R.14.61Perpustakaan Pusat (REF.14.61)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    633.6 Per p/R.14.61
    Penerbit Program Pascasarjana Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xviii,;139 hlm ,; 29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    633.6 Per p
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • PRODUKSI BIO-ET ANOL DARI HIDROLISAT
    TEPUNG EMPULUR BATANG SAGU (Metroxylon sagu, Rottb)
    OLEH BEBERAP A ST.RAIN Khamir DAN Zymomonas mobilis

    ABSTRAK

    Bio-etanol merupakan etanol (etil alkohol) yang dihasilkan melalui proses
    fermentasi gula heksosa dan pentosa yang terdapat dalam gula hidrolisat asal tumbuhan,
    oleh berbagai mikroorganisme (khamir dan bakteri). Kegunaan etanol yaitu sebagai
    pelarut, gennisida, minuman, anti-beku, dan saat ini etanol digunakan sebagai 'fuel
    additive' bahkan dapat menggantikan bahan bakar yang ada, hal ini secara signifikan
    dapat mengurangi biaya import BBM serta meningkatkan devisa negara. Etanol
    merupakan bahan bakar bebas emisi, berarti pemakaiannya dapat menurunkan gas
    rumah kaea (C02) sehingga mengurangi efek pemanasan global. Penelitian ini bertujuan
    untuk mendapatkan etanol melalui fermentasi gula hidrolisat tepung empulur Msagu
    oleh kultur tunggal dan eampuran khamir Saccharomyces cerevisiae DIP3GI , Pichia
    stipitis CBS 5773 dan bakteri Zymomonas mobilis FNCC 0056. Raneangan penelitian
    yang digunakan adalah Raneangan Aeak Lengkap (RAL) dan RAL pola faktorial dan uji
    t. Gula hidrolisat tepung empulur Msagu diperoleh dengan eara perlakuan panas dan
    hidrolisis menggunakan metode enzimatis (alfa amilase, hemiselulase, selulase dan
    amiloglukosidase), serta gabungan asam(llzS04)-Enzim. Gula hidrolisat tepung
    empulur Msagu dianalisis dengan metode DNS, etanol dianalisis menggunakan HPLC
    (Column: Aminex HPX-87H; Volume Inject: 10 pl;Fase Mobile: 0.008 N H2S04 ;Flow
    Rate: 1 mllmine; Temperature: Column 35°C, Detector 35°C; Detector: RI; Pressure
    : 2071 psi). Hasil penelitian, nilai konversi etanol hasil fermentasi gula hidrolisat asam­
    enzim tepung empulur Msagu selama 72 jam, dengan konsentrasi gula 5% (b/v),
    tertinggi dieapai oleh kultur eampuran P.stipitis - Scerevisiae yaitu sebesar 2,41%(v/v),
    dengan konsentrasi gula 10% (b/v) dieapai oleh kultur tunggal Sicerevtstae yaitu sebesar
    5,09%(v/v). Pada gula hidrolisat enzim konsentrasi 10% (b/v), nilai konversi etanol
    tertinggi dicapai oleh kultur campuran Pistipitis - Sicerevisiae yaitu sebesar 5,08 %
    (v/v), dan pada konsentrasi gula 20% (v/v) dieapai oleh kultur eampuran Sxerevisiae-:

    Zmobilis yaitu 9,28 % (v/v. Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan menggunakan jenis
    mikroba lainnya dan kondisi optimal fermentasi pada tepung empulur batang sagu tanpa
    pemisahan pari dan serat sebagai sumber karbon yg mengandung gula heksosa dan
    pentosa.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi