Detail Cantuman

Image of Model matematika penyebaran penyakit demam dengue dengan antibody dependent enhacement

 

Model matematika penyebaran penyakit demam dengue dengan antibody dependent enhacement


MODEL MA TEMA TIKA PENYEBARAN PENYAKIT
DEMAM DENGUE DENGAN
ANTIBODY DEPENDENT ENHANCEMENT

Oleh
Nursanti ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001110100084616.921 Ang m/R.14.65Perpustakaan Pusat (REF.14,65)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    616.921 Ang m/R.14.65
    Penerbit Program Pascasarjana Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xxii,;136 hlm ,; 29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    616.921 Ang m
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • MODEL MA TEMA TIKA PENYEBARAN PENYAKIT
    DEMAM DENGUE DENGAN
    ANTIBODY DEPENDENT ENHANCEMENT

    Oleh
    Nursanti Anggriani
    140130060020

    Disertasi Doktor, Program Pascasarjana Universitas Padjadjaran
    Promotor: Asep Kuswandi Supriatna
    Co-Promotor: Edy Soewono dan Rustam Efendi Siregar

    ABSTRAK

    Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit
    endemis di Indonesia. Penyakit ini disebabkan oleh empat jenis virus Dengue
    yaitu DEN-I, DEN-2, DEN-3 dan DEN-4 melalui vektor perantara nyamuk
    Aedes aegypti. Banyak kasus kematian di rumah sakit karena penyakit tersebut.
    Oleh karena itu, diperlukan pemahaman yang baik atas epidemiologi dari DBD.
    Faktor lain yang berpengaruh terhadap penyebaran penyakit DBD adalah antibodi
    dan imunitas yang terdapat pada tubuh manusia. Peranan ADE (Antibody
    Dependent Enhanchement) berpengaruh juga dalam melihat manisfestasi klinis
    dari infeksi virus Dengue.

    Dalam disertasi ini dibahas dua model matematika penyebaran penyakit DBD
    dengan memperhatikan faktor imunitas dan antibodi yang terdapat dalam tubuh
    manusia, khususnya peranan ADE pada penyebaran penyakit tersebut, melalui
    pendekatan dinamik. Model pertama adalah model matematika penyebaran
    penyakit DBD satu strain tanpa melihat jenis virus yang menginfeksinya. Pada
    model ini diasumsikan bahwa manusia terinfeksi dibagi menjadi dua kelompok
    yaitu manusia terinfeksi tanpa gejala (asimptomatik) dan manusia terinfeksi
    dengan gejala (simptomatik). Dari model ini didapat besaran penting yaitu nilai
    ambang yang dinamakan Basic Reproduction Ratio. Rasio ini menentukan
    eksistensi dan kestabilan titik ekuilibirum model, serta menentukan endemisitas
    penyakit di suatu populasi. Kemudian dihasilkan dua titik ekuilibrium yaitu titik
    ekuilibirum bebas penyakit dan titik ekuilibirum terjadinya penyakit. Disamping
    itu diperoleh rasio perbandingan antara manusia terinfeksi tanpa gejala dengan
    manusia terinfeksi dengan gejala yang dalam hal tertentu dapat memperlihatkan
    adanya fenomena gunung es, di mana DBD dan Dengue Shock Syndrome (DSS)

    vi

    sebagai puncaknya sedangkan kasus dengue ringan dan Demam Dengue (DD)
    merupakan dasarnya.

    Model kedua adalah model penyebaran penyakit DBD dua strain virus dengan
    memperhatikan faktor ADE serta imunitas dalam tubuh manusia. Asumsi yang
    dipakai pada model adalah \ manusia dapat terinfeksi kembali oleh jenis virus
    yang sama ataupun jenis virus yang berbeda. Dari model ini dihasilkan dua Basic
    Reproduction Ratio yang berkaitan dengan jenis virus 1 dan jenis virus 2. Kedua
    besaran tersebut mempunyai peranan yang penting dalam eksistensi dan
    kestabilan titik ekuilibrium. Dari model ini juga dihasilkan empat buah titik
    ekuilibrium, yakni satu titik ekuilibrium non endemik, dua titik ekuilibrium
    endemik parsial, yaitu jika hanya salah satu virus yang muncul dan satu titik
    ekuilibrium endemik simetrik. Faktor imunitas dan antibody pad a tubuh manusia
    sangat berperan dalam penyebaran penyakit DBD. Hal ini didukung dengan
    simulasi numerik untuk nilai parameter yang berbeda.

    Kala kunci : Demam Berdarah Dengue, model transmisi dengue, Basic
    Reproduction Ratio (ERR) , Antibody Dependent Enhancement (ADE), titik
    ekuilibrium endemik parsial, titik ekuilibrium endemik koeksistensi simetrik,
    eksistensi dan kestabilan titik ekuilibrium.

    vii

  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi