Detail Cantuman

Image of Aktivitas il-18, il-4, dan ifn-y pada kultur limfosit yang distimulus oleh staphylococcal enterotoxin B (seb) sebagai petanda eksaserbasi tingkat seluler pada penderita dermatitis atopik

 

Aktivitas il-18, il-4, dan ifn-y pada kultur limfosit yang distimulus oleh staphylococcal enterotoxin B (seb) sebagai petanda eksaserbasi tingkat seluler pada penderita dermatitis atopik


ABSTRAK
Staphylococcus aureus (S..aureus) berperan penting pada patogenesis dermatitis atopik (DA). Peran tersebut berhubungan dengan ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001110700018616.521 Suw a/R.13.77Perpustakaan Pusat (REF.13.77)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    616.521 Suw a/R.13.77
    Penerbit Program Pascasarjana Ilmu Kedokteran UNPAD : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xviii,;165 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    616.521
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • ABSTRAK
    Staphylococcus aureus (S..aureus) berperan penting pada patogenesis dermatitis atopik (DA). Peran tersebut berhubungan dengan dihasilkannya berbagai protein antara lain toksin poten oleh S aureus, yaitu staphyloccoccal enterotoxin B (SEB). Interleukin-18 (1L-18) merupakan regulator penting dari produksi sitokin Th-1 yaitu Interferon-y (IFN-y) dan Th-2 yaitu IL-4. Penelitian untuk mengetahui mekanisme SEB pada DA, khususnya kadar IL-18, dan pengaruh aktivitas IL-18 terhadap sekresi 1L-4 dan IFN-y, untuk strategi pengobatan perlu dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis aktivitas IL-18, IL-4, dan IFN-y pada kultur limfosit yang distimulus oleh SEB pada penderita DA, serta pengaruh kenaikan kadar IL-18 terhadap kenaikan kadar IL-4 dan IFN-y.
    Penelitian ini dilakukan pada 20 orang penderita DA (7 laki-laki dan 13 wanita) dan 20 orang sehat (9 laki-laki, dan 11 wanita) di RSUP. Dr. Hasan Sadikin Bandung, merupakan penelitian eksperimental secara invitro pada kultur limfosit yang distimulus oleh SEB di Laboratorium Penelitian dan Pertgujian Terpadu Universitas Gadjah Mada. Penelitian dilakukan dari tanggal 4 Januari-31 Maret 2010. Dilakukan isolasi limfosit dari darah perifer kelompok DA dan kontrol, dilanjutkan dengan kultur limfosit, kemudian dilakukan 3 perlakuan yaitu tanpa paparan, dipapar dengan phytohemagglutinin (PHA), dan dipapar dengan SEB. Setelah dieramkan selatna 72 jam, kemudian diperiksa kadar IL-18, IL-4, dan IFN-y dari supernatan kultur limfosit dengan metode ELISA.
    Kadar IL-18 rata-rata pada kultur limfosit tanpa paparan, paparan PHA, dan paparan SEB kelompok DA berturut-turut adalah 54,62 pg/ml, 70,09 pg/ml, dan 99,38 pg/ml. Sedangkan pada kelompok kontrol berturut-turut adalah 33,36 pg/ml, 39,03 pg/ml, dan 54,19 pg/ml. Kadar 1L-4 rata-rata kelompok DA berturut¬turut adalah 0,32 pg/ml, 1,19 pg/ml, dan 2,43 pg/ml, dan pada kelompok kontrol berturut-turut adalah 0,32 pg/ml, 0,78 pg/ml, dan 3,02 pg/ml. Kadar IFN-y rata-rata kelompok DA berturut-turut adalah 12,75 pg/ml, 351,59 pg/ml, dan 1293,17 pg/ml, dan pada kelompok kontrol berturut-turut adalah 19,76 pg/ml, 562,81 pg/ml, dan 1419,28 pg/ml. Pada kelompok DA, kadar IL-18, 1L-4, dan
    setelah dipapar SEB, meningkat dibanding dengan sebelum dipapar (p
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi