Detail Cantuman

Image of Efektivitas fungi mikoriza arbuskula dan pupuk fosfat dalam meningkatkan pertumbuhan, hasil dan rendemen minyak jarak pagar (jatropha curcas L.)

 

Efektivitas fungi mikoriza arbuskula dan pupuk fosfat dalam meningkatkan pertumbuhan, hasil dan rendemen minyak jarak pagar (jatropha curcas L.)


Penelitian efektivitas Fungi Mikoriza Arbuskula dan pupuk fosfat dalam
meningkatkan pertumbuhan, hasil, dan rendemen minyak jarak pagar ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001110100196631 Suh e/R.15.55Perpustakaan Pusat (REF.15.55)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    631 Suh e/R.15.55
    Penerbit Program Pascasarjana Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xvii,;152 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    631 Suh e
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Penelitian efektivitas Fungi Mikoriza Arbuskula dan pupuk fosfat dalam
    meningkatkan pertumbuhan, hasil, dan rendemen minyak jarak pagar (Jatropha curcas
    L.) dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama bertujuan untuk memperoleh jenis FMA
    yang paling kompatibel dalam meningkatkan pertumbuhan bibitjarak pagar pada media
    steril dan non steri\. Percobaan kedua bertujuan untuk membandingkan pertumbuhan
    bibit yang diberi FMA dengan bibit yang diberi honnon auxin, dan percobaan ketiga
    bertujuan untuk mengetahui interaksi antara dosis FMA dengan dosis pupuk P yang
    berpengaruh paling baik dalam meningkatkan pertumbuhan, hasil, dan rendemen
    minyak jarak pagar. Semua tahap percobaan dilakukan di Kebun Percobaan Fakultas
    Pertanian Universitas Padjadjaran Jatinangor. Percobaan pertama menggunakan
    rancangan acak kelompok (RAK), perlakuannya adalah aplikasi berbagai jenis FMA
    (Glomus, Gigaspora, AcauJospora dan campuran ketiganya) dengan media tanam steril
    dan non steril, percobaan kedua menggunakan RAJ(, perlakuannya adalah FMA dan
    berbagai dosis auksin (NAA 0.5, 1.0 dan 1.5 ppm), dan percobaan ketiga menggunakan
    rancangan faktorial dengan perlakuan jenis FMA terbaik hasil percobaan pertama
    (FMA campuran) berbagai dosis (0, 10 dan 20 g tanaman") dengan dosis pupuk P (0,
    9, 18 dan 27 g tanaman" PzOs). Hasil percobaan pertama menunjukkan bahwa
    pertumbuhan bibit, persentase infeksi akar, bobot kering bibit, dan panjang akar terbaik
    diperoleh pada perlakuanjenis FMA campuran (Glomus + Gigaspora + AcauJospora).
    Persen infeksi akar inokulasi FMA campuran di pembibitan pada 44 hari setelah semai
    mencapai 75% untuk media steril dan 83% untuk media non steril. Hasil percobaan
    kedua menunjukkan bahwa pertumbuhan bibit (bobot kering, tinggi bibit dan panjang
    akar) aplikasi FMA 10 g tanaman" pengaruhnya setara dengan pemberian auksin
    (NAA) 1.0-1.5 ppm. Hasil percobaan ketiga menunjukkan bahwa pengaruh interaksi
    antara FMA dengan Pupuk P terjadi pada persen infeksi akar pada saat awal
    pertumbuhan generatif (12 minggu setelah tanam). Nilai Laju Asimilasi Bersih (LAB)
    dan Laju Tumbuh Relatif (LTR) periode dua mingguan selama lima periode,
    ditentukan oleh inokulasi FMA. Inokulasi I:MA selalu memberikan nilai yang lebih
    besar dibanding tanpa inokulasi FMA, tetapi keduanya tidak dipengaruhi oleh
    pemberian pupuk P. Persentase Infeksi Akar, kandungan P daun, Nisbah Pupus Akar,
    komponen hasil, hasil dan rendemen minyak jarak pagar nilainya bergantung pada
    inokulasi FMA dan pemberian pupuk P. Pemberian 10 g FMA tanaman" meningkatkan
    jumlah buah tanaman", bobot buah tanaman", jumIah biji tanaman", bobot biji
    tanaman", bobot 100 biji dan rendemen minyak masing-masing sebesar 15.8%, 18.2%,
    15.2%, 20.3%, 4.3%. dan 1.5%. Pada tanaman jarak pagar yang ditanam pada
    Inceptisol Jatinangor, dosis pupuk 9 g tanaman" PzOs meningkatkan bobot biji
    tanaman" sebesar 10.6% dan bobot 100 biji sebesar 4.8%. Dari hasil penelitian ini
    dapat disimpulkan bahwa, aplikasi FMA sebaiknya dilakukan dalam bentuk
    konsorsium (campuran berbagai jenis FMA), aplikasi pupuk P yang disertai pupuk
    hayati FMA pada tanaman jarak pagar yang ditanam pada Inceptisol dosisnya dapat
    dikurangi sampai 50% dari dosis rekomendasi tanpa mengurangi pertumbuhan, hasil
    dan rendemen minyak jarak pagar.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi