<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="13932">
 <titleInfo>
  <title>Efektivitas fungi mikoriza arbuskula dan pupuk fosfat dalam meningkatkan pertumbuhan, hasil dan rendemen minyak jarak pagar (jatropha curcas L.)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Suherman VZ, Cucu</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Program Pascasarjana Unpad</publisher>
   <dateIssued>2011</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xvii,;152 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian efektivitas Fungi Mikoriza Arbuskula dan pupuk fosfat dalam &#13;
meningkatkan pertumbuhan, hasil, dan rendemen minyak jarak pagar (Jatropha curcas &#13;
L.) dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama bertujuan untuk memperoleh jenis FMA &#13;
yang paling kompatibel dalam meningkatkan pertumbuhan bibitjarak pagar pada media &#13;
steril dan non steri\. Percobaan kedua bertujuan untuk membandingkan pertumbuhan &#13;
bibit yang diberi FMA dengan bibit yang diberi honnon auxin, dan percobaan ketiga &#13;
bertujuan untuk mengetahui interaksi antara dosis FMA dengan dosis pupuk P yang &#13;
berpengaruh paling baik dalam meningkatkan pertumbuhan, hasil, dan rendemen &#13;
minyak jarak pagar. Semua tahap percobaan dilakukan di Kebun Percobaan Fakultas &#13;
Pertanian Universitas Padjadjaran Jatinangor. Percobaan pertama menggunakan &#13;
rancangan acak kelompok (RAK), perlakuannya adalah aplikasi berbagai jenis FMA &#13;
(Glomus, Gigaspora, AcauJospora dan campuran ketiganya) dengan media tanam steril &#13;
dan non steril, percobaan kedua menggunakan RAJ(, perlakuannya adalah FMA dan &#13;
berbagai dosis auksin (NAA 0.5, 1.0 dan 1.5 ppm), dan percobaan ketiga menggunakan &#13;
rancangan faktorial dengan perlakuan jenis FMA terbaik hasil percobaan pertama &#13;
(FMA campuran) berbagai dosis (0, 10 dan 20 g tanaman&quot;) dengan dosis pupuk P (0, &#13;
9, 18 dan 27 g tanaman&quot; PzOs). Hasil percobaan pertama menunjukkan bahwa &#13;
pertumbuhan bibit, persentase infeksi akar, bobot kering bibit, dan panjang akar terbaik &#13;
diperoleh pada perlakuanjenis FMA campuran (Glomus + Gigaspora + AcauJospora). &#13;
Persen infeksi akar inokulasi FMA campuran di pembibitan pada 44 hari setelah semai &#13;
mencapai 75% untuk media steril dan 83% untuk media non steril. Hasil percobaan &#13;
kedua menunjukkan bahwa pertumbuhan bibit (bobot kering, tinggi bibit dan panjang &#13;
akar) aplikasi FMA 10 g tanaman&quot; pengaruhnya setara dengan pemberian auksin &#13;
(NAA) 1.0-1.5 ppm. Hasil percobaan ketiga menunjukkan bahwa pengaruh interaksi &#13;
antara FMA dengan Pupuk P terjadi pada persen infeksi akar pada saat awal &#13;
pertumbuhan generatif (12 minggu setelah tanam). Nilai Laju Asimilasi Bersih (LAB) &#13;
dan Laju Tumbuh Relatif (LTR) periode dua mingguan selama lima periode, &#13;
ditentukan oleh inokulasi FMA. Inokulasi I:MA selalu memberikan nilai yang lebih &#13;
besar dibanding tanpa inokulasi FMA, tetapi keduanya tidak dipengaruhi oleh &#13;
pemberian pupuk P. Persentase Infeksi Akar, kandungan P daun, Nisbah Pupus Akar, &#13;
komponen hasil, hasil dan rendemen minyak jarak pagar nilainya bergantung pada &#13;
inokulasi FMA dan pemberian pupuk P. Pemberian 10 g FMA tanaman&quot; meningkatkan &#13;
jumlah buah tanaman&quot;, bobot buah tanaman&quot;, jumIah biji tanaman&quot;, bobot biji &#13;
tanaman&quot;, bobot 100 biji dan rendemen minyak masing-masing sebesar 15.8%, 18.2%, &#13;
15.2%, 20.3%, 4.3%. dan 1.5%. Pada tanaman jarak pagar yang ditanam pada &#13;
Inceptisol Jatinangor, dosis pupuk 9 g tanaman&quot; PzOs meningkatkan bobot biji &#13;
tanaman&quot; sebesar 10.6% dan bobot 100 biji sebesar 4.8%. Dari hasil penelitian ini &#13;
dapat disimpulkan bahwa, aplikasi FMA sebaiknya dilakukan dalam bentuk &#13;
konsorsium (campuran berbagai jenis FMA), aplikasi pupuk P yang disertai pupuk &#13;
hayati FMA pada tanaman jarak pagar yang ditanam pada Inceptisol dosisnya dapat &#13;
dikurangi sampai 50% dari dosis rekomendasi tanpa mengurangi pertumbuhan, hasil &#13;
dan rendemen minyak jarak pagar.</note>
 <note type="statement of responsibility">Suherman VZ, Cucu</note>
 <subject authority="">
  <topic>jarak pagar, pertumbuhan, hasil, rendemen. Fungi M</topic>
 </subject>
 <classification>631 Suh e</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>631 Suh e/R.15.55</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001110100196</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.15.55)</sublocation>
    <shelfLocator>631 Suh e/R.15.55</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>13932</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 15:58:49</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-08-30 14:23:03</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>