Detail Cantuman

Image of Pengaruh agroindustrialisasi perberasan terhadap pembangunan pertanian berdasarkan agroekosistem lahan sawah irigasi di jawa barat

 

Pengaruh agroindustrialisasi perberasan terhadap pembangunan pertanian berdasarkan agroekosistem lahan sawah irigasi di jawa barat


Transfonnasi struktural ekonomi Indonesia darisektor pertanian ke industri tidak
terjadi sebagaimana mestinya karena pembangunan ekonomi ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001110100157631.587 Noo p/R.15.61Perpustakaan Pusat (REF.15.61)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    631.587 Noo p/R.15.61
    Penerbit Program Pascasarjana Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xviii,;306 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    631.587 Noo p
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Transfonnasi struktural ekonomi Indonesia darisektor pertanian ke industri tidak
    terjadi sebagaimana mestinya karena pembangunan ekonomi Indonesia diarahkan
    langsung ke industri manufaktur yang tidak berbasis sumberdaya lokal.
    Peloncatan tahapan pembangunan ini telah menyebabkan terpinggirkannya sektor
    pertanian dalam prioritas pembangunan ekonomi nasional. Agroindutrialisasi
    menjadi sangat penting untuk menempatkan kembali sektor pertanian menjadi
    tulang punggung pembangunan dan mendorong terciptanya struktur
    perekonomian yang seimbang, sehingga terjadi transfonnasi struktural
    perekonomian yang menjadikan agroindustri sebagai lokomotif pertumbuhan
    ekonomi masa depan.

    Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran proses dan perkembangan
    agroindustrialisasi perberasan berdasarkan agroekosistem di Jawa Barat.
    Selanjutnya berdasarkan tingkat perkembangan agroindustrialisasi tersebut dikaji
    pengaruhnya terhadap alokasi dan efisiensi penggunaan faktor produksi, tingkat
    kesejahteraan ekonomi dan distribusi pendapatan petani padi sawah. Metode
    survei pada penelitian ini ditujukan untuk memperoleh data yang dibutuhkan
    melalui penyebaran kueisoner kepada 240 petani, 36 pedagang gabah dan 19
    RMU yang tersebar di delapan kabupaten di Jawa Barat. Proses dan
    perkembangan agroindustrialisasi perberasan dijelaskan melalui analisis nilai
    tambah. Selanjutnya untuk melihat pengaruh agroindustrialisasi terhadap alokasi
    dan efisiensi faktor produksi dianalisis melalui analisis fungsi produksi Cobb­
    Douglass, tingkat kesejahteraan dijelaskan oleh analisis terhadap indikator­
    indikator kesejahteraan dari aspek ekonomi, sementara distribusi pendapatan
    dianalisis melalui Gini Rasio dan Kurva Lorenz.

    " .

    Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses agroindustrialisasi perberasan
    di Jawa Barat berbeda antar wilayah agroekosistem. Wilayah agroekosisten Pantai
    Utara (pantura) merupakan wilayah dengan tingkat agroindustrialisasi perberasan
    maju; wilayah Priangan Barat dan Priangan Timur tennasuk kelompok tingkat
    agroindustrialisasi perberasan sedang; dan wilayah Jawa Barat Selatan tennasuk
    kelompok tingkat agroindustrialisasi perberasan rendah. Semakin maju tingkat
    agroindustrialisasi perberasan semakin mendorong petani di wilayah tersebut
    untuk semakin tepat mengalokasikan penggunaan faktor produksi dan semakin
    meningkatkan kesejahteraan ekonomi petani. Proses agroindustrialisasi pada
    tahapan awalnya akan meningkatkan ketidakmerataan distribusi pendapatan,
    namun seiring dengan tingkat agroindustrialisasinya sampai tahapan maju, maka
    selanjutnya distribusi pendapatan akan semakin merata.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi