Sistem Skoring Untuk Memprediksi Infeksi Helicobacter Pylori Pada Anak Usia 6 - 18 Tahun Dengan Keluhan Sakit Perut Berulang
ABSTRAK
Infeksi Helicobacter pylori (H pylori) pada saat ini masih merupakan masalah
kesehatan yang cukup besar, karena ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001100100284 616.33 Pra s/R.13.76 Perpustakaan Pusat (REF.13.76) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 616.33 Pra s/R.13.76Penerbit Program Pascasarjana Ilmu Kedokteran UNPAD : Bandung., 2010 Deskripsi Fisik xxiv,;137 hlm,;29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 616.33Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Prasetyo, Dwi -
ABSTRAK
Infeksi Helicobacter pylori (H pylori) pada saat ini masih merupakan masalah
kesehatan yang cukup besar, karena infeksi ini tersebar di seluruh dunia dan
diperkirakan menyerang setengah penduduk dunia. Permasalahan utama adalah
sulitnya diagnostik karena sarana untuk diagnostik infeksi H pylori masih sangat
terbatas dan memerlukan biaya yang mahal sehingga belum tersedia merata di
fasilitas kesehatan, oleh karena itu diperlukan suatu metode diagnostik sederhana
yang dapat digunakan secara luas dan dapat dilakukan di tempat dengan sarana
terbatas, yaitu dengan sistem skoring. Tujuan penelitian ini membuat suatu metode
baru untuk mendeteksi infeksi H pylori pada anak usia 6-18 tahun dengan keluhan
sakit perut berulang (SPB) menggunakan sistem skoring.
Penelitian ini merupakan penelitian uji diagnostik dengan rancangan cross
sectional, dilaksanakan selama Januari-November 2009, subjek penelitian adalah
anak usia 6 sampai 18 tahun siswa SD, SMP, dan SMA di kota Bandung. Sistem
skoring yang dikembangkan didapatkan berdasarkan kuesioner mengenai keluhan
yang diakibatkan gastritis, ulkus peptikum, atau keluhan lain yang berhubungan
dengan infeksi H pylori, sebagai entry point-nya adalah keluhan yang paling sering,
yaitu SPB. Sebagai baku emas dipergunakan pemeriksaan yang tidak invasif dan
mempunyai akurasi yang tinggi, yaitu pemeriksaan serologis dengan kit BioM pylori
(Mataram) menggunakan antigen lokal.
Se lama periode penelitian, jumlah anak yang mempunyai keluhan SPB dan
memenuhi kriteria inklusi penelitian ada sebanyak 196 anak. Hasil pemeriksaan
diperoleh H pylori positif sebanyak 107 anak dan negatif sebanyak 89 anak.
Berdasarkan angka ini maka prevalensi H pylori pada anak dengan keluhan SPB
sebesar 54,6% (95%CI: 47,6-61,6%). Proses pembentukan skoring: dari 20
pertanyaan kuesioner awal, setelah melalui proses analisis bivariabel dan kemudian
secara multivariabel menggunakan regresi logistik ganda didapatkan 11 pertanyaan
yang masuk dalam kuesioner akhir. Selanjutnya untuk menentukan cut-off point total
skor yang dapat memprediksi terjadinya infeksi H pylori digunakan analisis
berdasarkan receiver operating characteristics (ROC) curve. Diperoleh cut-off point
total skor di atas >30, dengan sensitivitas dan spesifisitas berturut-turut 88,5% dan
88,2%.
Disimpulkan bahwa terdapat kesesuaian sistem skoring H pylori dengan
pemeriksaan serologis pada anak usia 6-18 tahun dengan keluhan SPB yang
terinfeksi H pylori dan sistem skoring H pylori dapat digunakan untuk memprediksi
infeksi H pylori pada anak usia 6-18 tahun dengan keluhan SPB.
Kata kunci: Anak, Helicobacter pylori, sakit perut berulang, sistem skoring
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






