<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="13923">
 <titleInfo>
  <title>Pengembangan biji pala (Myristica fragrans HOUT) sebagai antihiperglikemik dan antidislipidemik dengan efek agonis ganda pada peroxisome proliferators-activated receptor (PPAR) yla</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Lestari, Keri</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Program Pascasarjana Unpad</publisher>
   <dateIssued>2010</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xx,;188 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK &#13;
&#13;
Peningkatan prevalensi penyakit diabetes melitus tipe 2 (DMTI) akan menimbulkan &#13;
masalahsosial Jain, yaitu tingginya biaya terapi DM, karena terapi perlu dilakukan seumur &#13;
hidup, dan jib disertai dengan komplikasi maka biayanya meningkat dua sampai empat kali &#13;
lebih tinggi, sehingga eksplorasi terapi alternatif menggunakan bahan alarn sering ditemui di &#13;
masyarakat. Penelitian terdahulu menunjukkan adanya potensi biji pala untuk dikembangkan &#13;
menjadi sediaan obat herbal antihiperglikemik dan antidislipidemik. Upaya kearah &#13;
pemanfaatan ini memerlukan pembuktian ilmiah akan khasiat, mekanisme kerja, keamanan &#13;
penggunaan ekstrak, serta isolasi senyawa bioaktif. Uji preklinik perlu dilakukan untuk &#13;
membuktikan khasiat dan keamanan penggunaan ekstrak. Selain itu, konfinnasi akan &#13;
mekanisme kerja dan isolasi senyawa bioaktif akan turut mendasari kerasionalan dan aplikasi &#13;
ekstrak biji pala sebagai antihiperglikemik, antidislipidemik serta menurunkan resiko &#13;
komplikasi penyakit DMT2 melalui aktivitasnya sebagai antiinflamasi dan antioksidan. &#13;
&#13;
Pada penelitian ini dilakukan uji preklinik yang meliputi uji aktivitas &#13;
antihiperglikemik, antidislipidemik, antiinflamasi dan antioksidan invivo terhadap hewan &#13;
coba tikus putih jantan galur Wistar model DMf2. Keamanan penggunaan ekstrak diuji &#13;
melalui uji toksisitas yang terdiri atas uji toksisitas selular dan uji toksisitas akut &#13;
menggunakan metode Weil terhadap hewan coba mencit jantan dan betina dewasa galur &#13;
Swiss Webster. Mekanisme kerja ekstrak diuji melalui uji aktivitas ektrak etanol biji pala &#13;
(Myristica fragrans Hout) terhadap PPARy dan PPARa secara in vitro dengan metode &#13;
GAU/ PPAR chimera assay &amp; reported gen. lsolasi senyawa bioaktif dilakukan &#13;
menggunakan metode pemisahan kolom kromatografi dan HPLC serta struktur senyawa &#13;
bioaktif ditentukan dengan metode spektroskopi. &#13;
&#13;
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dosis 125, 250 dan 500 mglkgBB ekstrak &#13;
memiliki aktivitas antihiperglikemik, pada tikus putih jantan hiperglikemia dibandingkan &#13;
dengan kontrol positif pioglitazon (p=O,Ol). Ekstrak etanol biji pala memiliki aktivitas &#13;
antidislipidemik pada tikus putih jantan dibandingkan dengan kontrol positif fibrat pada &#13;
(p=O,OI). Ekstrak etanol biji pala memmjukkan aktivitas antiinflamasi melalui penurunan &#13;
kadar c-reactive protein (CRP) dan aktivitas antioksidan melalui peningkatan kadar &#13;
glutathion peroksidase (GPx) pada tikus putih jantan . Uji toksisitas selular menunjukkan &#13;
bahwa ekstrak biji pala tidak toksik untuk set. Uji toksisitas akut menunjukkan bahwa &#13;
ekstrak tersebut berada pada kategori praktis tidak toksik (LDso=10.125 glkgBB) dan aman &#13;
digunakan karena inemiliki rentang terapi yang luas. Ekstrak. biji pala pada konsentrasi 1-25 &#13;
ug/ml menunjukkan adanya aktivitas ikatan sebagai agonis PPARy dan agonis PPARa, &#13;
dengan demikian mekanisme kerja aktivitas ekstrak. biji pala adalah rnelalui aktivitas ikatan &#13;
sebagai agonis ganda PPARy/c;L Hasil penelusuran senyawa bioaktif menunjukkan adanya &#13;
senyawa dengan aktivitas baru yaitu dehidro-di-isoeugenol. &#13;
&#13;
Disimpulkan bahwa penggunaan ekstrak biji pala bermanfaat dalam upaya &#13;
pengelolaan DMf2 karena aktivitasnya sebagai antihiperglikemik, antidislipidemik serta &#13;
dapat rnenunmkan resiko komplikasi penyakit DM rnelalui aktivitas antioksidan dan &#13;
antiinflamasi, tidak toksik.dan aman digunakan sebagai obat herbal. &#13;
&#13;
Kata kunci: ekstrak biji pala (Myristicafragrans Hout), antihiperglikemik, antidislipidemik, &#13;
antioksidan, antiinflamasi, agonis ganda pp ARy/a &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">Lestari, Keri</note>
 <subject authority="">
  <topic>ekstrak biji pala (Myristicafragrans Hout), antihi</topic>
 </subject>
 <classification>615.1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>615.1 Les p/R.14.58</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001100100263</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.14.58)</sublocation>
    <shelfLocator>615.1 Les p/R.14.58</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>scan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>13923</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 15:58:49</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-07-19 08:56:33</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>