Detail Cantuman

Image of Perubahan karakteristik bawang merah (allium ascalonicum L.) akibat proses curing saat penyimpanan

 

Perubahan karakteristik bawang merah (allium ascalonicum L.) akibat proses curing saat penyimpanan


Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik umbi, kulit terluar, dan
diameter leher umbi bawang merah hasil curing yang ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001100100049635.26 Jal p/R.17.15.71Perpustakaan Pusat (REF.15.71)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    635.26 Jal p/R.17.15.71
    Penerbit Program Pascasarjana Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xvii,;241 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    635.26 Jal p
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik umbi, kulit terluar, dan
    diameter leher umbi bawang merah hasil curing yang menghasilkan umbi dengan
    kualitas baik se lama penyimpanan pada suhu dan RH ruang. Penelitian dilakukan
    dalam 3 tahap yaitu kalibrasi suhu dan RH cabinet dryer, kajian perubahan
    karakteristik fisik dan kimia bawang merah selama curing pada berbagai lama curing
    dan suhu terpilih serta kajian perubahan. karakteristik bawang merah selama
    penyimpanan sebagai dampak perlakuan lama curing.

    Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan

    analisis deskriptif dilanjutkan dengan analisis regresi dan korelasi. Perlakuan yang
    dicoba adalah lama waktu proses curing dalam cabinet dryer yang divariasikan yaitu
    o jam, 32 jam, 80 jam, 92 jam, dan 104 jam. Pengamatan dilakukan pada tahap
    curing dan tahap penyimpanan meliputi kadar air umbi, kadar air kulit terluar, kadar
    VRS, kadar total padatan terlarut, kekerasan umbi, diameter leher , diameter umbi,
    susut bobot, warna kulit terluar, karakteristik inderawi umbi, leher umbi dan kulit
    terluar. Penyimpanan umbi dilakukan selama 6 minggu pada suhu dan RH ruang
    dengan kemasan kantungjala plastik.

    Hasil penelitian menunjukkan bahwa curing bawang merah dengan cabinet
    dryer pada suhu 45°C ± 0,6°C, dan RH 69% ± 0,4% menghasilkan umbi dengan
    kenampakan kulit terluar yang baik, dan leher umbi mengkerut. Selama curing
    terjadi proses perbaikan karakteristik umbi bawang merah berupa peningkatan
    diameter umbi, kekerasan umbi, kadar padatan terlarut, intensitas warna merah kulit
    umbi, kadar VRS, disertai pengecilan diameter leher umbi dan penurunan kadar air
    kulit terluar. Kondisi ini ditandai pula dengan mengeringnya kulit terluar dan leher
    umbi. Umbi bawang merah hasil curing 80 jam - 92 jam dengan karakteristik: kadar
    air umbi 80% - 81% (vlb) kadar air kulit terluar 58% - 62% (vlb) dan diameter leher
    umbi 2,0 mm - 5,0 mm, menghasilkan umbi dengan kualitas baik dan tetap baik
    selama penyimpanan 6 minggu pada suhu ruang 24,1oC - 25,OoC dan RH 50,5%-
    64,0%.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi