Detail Cantuman

Image of Peran Polimorfisme -455G/A dan -148C/T gen Fibrinogen B terhadap kejadian hiperfibrinogenemia dan stroke iskemik usia muda

 

Peran Polimorfisme -455G/A dan -148C/T gen Fibrinogen B terhadap kejadian hiperfibrinogenemia dan stroke iskemik usia muda


PERAN POLIMORFISME -455G/A DAN -148C/T GEN FIBRINOGEN 13 TERHADAP KEJADIAN HIPERFIBRINOGENEMIA DAN STROKE ISKEMIK USIA MUDA
Abstrak

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001100100171616.81 Imr p/13.84Perpustakaan Pusat (REF.13.84)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    616.81 Imr p/13.84
    Penerbit Program Pascasarjana Ilmu Kedokteran UNPAD : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xxviii,;196 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    616.81
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • PERAN POLIMORFISME -455G/A DAN -148C/T GEN FIBRINOGEN 13 TERHADAP KEJADIAN HIPERFIBRINOGENEMIA DAN STROKE ISKEMIK USIA MUDA
    Abstrak
    Stroke merupakan penyebab kecacatan dan kematian. Umumnya menyerang usia tua, tetapi ada kecenderungan peningkatan insiden stroke pada usia muda. Kemungkinan ada hubungannya dengan faktor genetik seperti polirnorfisme -445G/A dan -148C/T gen fibrinogen 13. Kedua faktor ini mempunyai kecenderungan meningkatkan kadar fibrinogen dalam darah sejak awal. Peningkatan ini beresiko menimbulkan proses aterosklerosis dan aterotrombosis yang secara perlahan akan menimbulkan stroke iskemik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran polimorfisme -455G/A dan -148C/T terhadap peningkatan kadar fibrinogen dan stroke iskemik.
    Penelitian ini merupakan Case Control Study. Populasi sampel adalah pasien yang dirawat inap dan rawat jalan di Bagian/SMF Ilmu Penyakit Saraf Rumah Sakit dr. Hasan Sadikin Bandung. Populasi sampel dikelompokan berdasarkan jenis kelamin dan kelompok usia. Pengambilan sampel dilakukan berdasarkan urutan kedatangan pasien (consecutive sampling). Semua sampel stroke dilakukan pemeriksaan neurologis dan pengambilan darah tepi sebanyak 5 ml untuk pemeriksaan kadar fibrinogen, kolesterol total, HDL, LDL, trigliserida, GDN, GD2PP dan asam urat. Selanjutnya dilakukan isolasi DNA, PCR dan Restriction Fragment Length Polymorphism (RFLP) menggunakan enzim restriksi HaellI dan HindIII. Hasilnya kemudian dielektroforesis dan dibaca.
    Sampel penelitian berjumlah 330 (165 pasien stroke, terdiri atas 72 pria dan 93 wanita; 165 pasien non-stroke, terdiri atas 67 pria dan 98 wanita). Jumlah sampel stroke berusia >50 tahun adalah 55 (45.5%) dan kontrol 66 (54.6%), sedangkan pada usia 50 tahun; 402.7 mg/dl dan pada kelompok usia < 50 tahun; 434 mg/dl, sedangkan pada kelompok kontrol kadar fibrinogen rata-rata adalah normal_ Hasil analisis uji chi kuadrat pada kelompok usia < 50 tahun menunjukkan bahwa fibrinogen (cut off 350 mg/di) berperan menimbulkan stroke iskemik secara bermakna dengan OR 2.51 (CI95%;1.41-4.46), p=0.002. Polimorfisme -148C/T FGB menunjukkan peran bermakna menimbulkan hiperfibrinogenemia, OR 1.96 (C195%; 1.11-3.49), p=9.02 dan stroke iskemik OR 2.38 (CI95%;1.35-4.2), p=0.002, sedangkan polimorfisme-455G/A FGB- tidak menunjukkan peran bermakna, p=0_995. Haplotip GT menunjukkan kadar fibrinogen tertinggi (404.5 mgldl).
    Fibrinogen merupakan salah satu faktor risiko stroke. Polimoifisme -148C/T FOB berperan sebagai faktor risiko hiperfibrinogenemia dan stroke usia muda sedangkan polimorfisme -455G/A FOB tidak menunjukkan peran.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi