Efek interaksi minyak lemuru dengan seng terhadap kondisi fisiologis domba jantan yang diberi ransum basal silase ampas tebu
AB STRAK
Tujuan penelitian ini adalah (1) Adakah interaksi antara minyak lemuru dengan seng terhadap kondisi fisiologis domba jantan yang ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001100100047 636.31 Lat e/R.20.6 Perpustakaan Pusat (REF.20.6) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 636.31 Lat e/R.20.6Penerbit Pascasarjana Unpad : Bandung., 2010 Deskripsi Fisik xv,;177 hlm,;29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 636.31Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Latipudin, Diding -
AB STRAK
Tujuan penelitian ini adalah (1) Adakah interaksi antara minyak lemuru dengan seng terhadap kondisi fisiologis domba jantan yang diberi ransum basal ampas tebu yang sudah difermentasi dan ditambah urea.(2) Sampai seberapa jauh efek interaksi antara minyak lemuru dan seng terhadap kondisi fisiologis domba jantan yang diberi ransum basal ampas tebu yang yang sudah difermentasi dan ditambah urea. (3.) Pada level seng dan minyak lemuru berapa memberikan kondisi fisiologis terbaik pada domba jantan yang diberi ransum ampas tebu yang yang sudah difermentasi dan ditambah urea.
Sebagian besar percobaan dilakukan di kandang percobaan Test Farm, Laboratorium Fisiologi dan Biokimia, dan Balai Penelitian Ternak (Balitnak) Ciawi Bogor. Percobaan dilakukan dalam dua tahap yaitu 1) percobaan in vitro untuk menelusuri taraf penggunaan urea. Ampas tebu difermentasi dengan menggunakan cairan rumen plus cairan penyangga yang dibandingkan dengan fermentasi dengan bakteri Cytophaga sp. Dilakukan dengan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat taraf Urea (0, 0.5, 1.0, dan 1,5%) sebagai perlakuan dan lima ulangan. 2) percobaan in vivo untuk menelusuri taraf suplementasi minyak lemuru dan seng. Dilakukan dengan rancangan acak kelompok (RAK). Faktor A adalah suplemen seng (ZnSO4) dengan taraf 0, 50, dan 100 mg.kg' BK ransum, faktor B adalah minyak lemuru dengan taraf 0, 1.5, dan 3% kg-t BK ransum. Ternak domba dibagi menjadi 3 kelompok berdasarkan bobot badan. Peubah yang diukur selain parameter yang biasa digunakan untuk evaluasi ransum juga pengukuran jumlah bakteri dan protozoa, konsentrasi VFA, konsentrasi
N-amonia cairan rumen. Selain itu diukur konsentrasi prostaglandin-E2, kadar seng dalam serum, absorpsi seng, aktivitas alkalin fosfatase, kadar alantoin urin dan penduga komposisi tubuh menggunakan teknik urea.
Percobaan in vivo dilakukan dengan menggunakan domba jantan umur 5-7 bulan dengan bobot badan antara 17-20 kg. Ransum basal yang digunakan adalah silase ampas tebu dengan urea yang mempunyai fermentabilitas tertinggi (hasil percobaan 1) yaitu dengan cairan rumen plus penyangga dengan kadar urea 0,5% BK.dan konsentrat dengan perbandingan 25% : 75% yang disusun dengan PK 13,61 % dan TDN 63,71%.
Ada interaksi antara minyak lemuru dengan seng terhadap kondisi fisiologis domba jantan yang diberi ransum basal ampas tebu yang sudah difermentasi dan ditambah urea.Interaksi diperlihatkan pada konsentrasi NH3 cairan rumen (P -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






