Detail Cantuman

Image of Peran paleovolkanisme dalam tataan produk batuan gunung api tersier di gunung gajahmungkur, Wonogiri, Jateng

 

Peran paleovolkanisme dalam tataan produk batuan gunung api tersier di gunung gajahmungkur, Wonogiri, Jateng


ABSTRAK

Daerah penelitian terletak di Gunung Gajahmungkur Wonogiri sekitar 50
km sebelah timur Y ogyakarta. Secara ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001100100006552.259 824 23 Har p/R.14.39Perpustakaan Pusat (REF.14.39)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    552.259 824 23 Har p/R.14.39
    Penerbit Program Pascasarjana Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xviii,;333 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    552.259 824 23 Har p
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • ABSTRAK

    Daerah penelitian terletak di Gunung Gajahmungkur Wonogiri sekitar 50
    km sebelah timur Y ogyakarta. Secara fisiografi, daerah ini termasuk ke dalam
    bagian tengah zona Pegunungan Selatan Pulau Jawa, yang memperlihatkan
    bentuk setengah melingkar dengan morfologi bukaan mengarah ke utara, yang
    berbeda dengan arah umum barat - timur dari pola distribusi Pegunungan Selatan
    bagian tengah - timur Pulau Jawa.

    Fenomena paleovolkanisme yang meliputi bentuk setengah melingkar
    daerah penelitian, dengan kaldera dan stratigrafi asal gunung api komposit, yang
    dibangun oleh periode konstruktif dan periode destruktif gunung api dengan
    melibatkan berbagai batuan gunung api hasil erupsi lelehan, erupsi letusan dan
    intrusi merupakan tema sentral penelitian ini.

    Untuk memverifikasi sampai sejauh mana peranan paleovolkanisme
    terhadap tataan formasi-formasi batuan dalam setiap periode erupsi tersebut di
    atas, sebagai permasalahan penelitian ini, yang melibatkan pengukuran parameter­
    parameter fisik dan kimia yang tercakup dalam fasies-fasies gunung api yang
    dipakai sebagai indikator paleovolkanisme, riset hipotetiko-deduktivisme telah
    dilakukan.

    Sebagai hasil verifikasi berikut di bawah ini disajikan kesimpulan : 1)
    beda antara dua rata-rata berturut-turut proporsi butiran kasarlhalus, diameter butir
    komponen, dan kemiringan landai dari karakteristik bidang perlapisan tataan
    produk batuan volkanik adalah signifikan; 2) beda antara dua rata-rata berturut­
    turut diameter fenokris mineral-mineral pembentuk batuan, proporsi fenokris, dan
    proporsi vitrik selaku sifat kimia dan fisik produk batuan volkanik adalah
    signifikan; 3) korelasi antara jarak pengendapan dari kawah dengan diameter
    fenokris adalah signifikan; 4) beda rata-rata antar elemen oksida utama dari fasies
    batuan volkanik pertama dengan elemen oksida utama facies ke dua dan ketiga
    adalah tidak signifikan; 5) beda rata-rata kemirlngan lapisan dari produk batuan
    gunung api sebagai efek volkanisme terhadap tataan volkanik di wilayah riset dan
    kemiringan lapisan di sistem lainnya adalah signifikan; 6) arah-arah pengaliran di
    daerah penelitian menunjukkan pola radier sebagai indikator peran kerucut
    gunung api; 7) beda antara dua rata-rata elemen oksida utama di wilayah riset dan
    variabel tersebut disistem lainnya adalah signifikan.

    Hasil verifikasi tersebut di atas yang telah dilakukan berdasarkan
    kompilasi data yang diperoleh dari lapangan, laboratorium, interpretasi citra Alos,
    dan peta topografi, yang mewakili facies batuan gunung api, telah menguji dan
    memverifikasi hipotesis-hipotesis fenomena paleovolkanisme yang diusulkan
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi