Detail Cantuman

Image of Ekspresi gen mioglobin, laktat, kreatinfosfikinase serum pada aktivitas fisik aerobik dan anaerobik sebagai indikator hipoksia serta kerusakan jaringan ...

 

Ekspresi gen mioglobin, laktat, kreatinfosfikinase serum pada aktivitas fisik aerobik dan anaerobik sebagai indikator hipoksia serta kerusakan jaringan ...


Mioglobin (Mb) adalah suatu cytoplasmic hemoprotein yang terekspresi di dalam otot skelet dan otot jantung berfungsi untuk transport dan penyimpan ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001100100059571 Far e/R.13.1Perpustakaan Pusat (REF.13.1)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    571 Far e/R.13.1
    Penerbit Program Pascasarjana Ilmu Kedokteran UNPAD : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xxiv,;218 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    571
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Mioglobin (Mb) adalah suatu cytoplasmic hemoprotein yang terekspresi di dalam otot skelet dan otot jantung berfungsi untuk transport dan penyimpan 02. Mb sangat penting untuk mempertahankan proses fisiologis dalam beradaptasi dengan keadaan hipoksia.. Pada atlet dapat terjadi hipoksia jaringan otot akibat aktivitas fisik yang berlebihan sehingga menyebabkan rasa nyeri , kram dan berakibat menurunnya prestasi atlet. Demikian pula pada keadaan patologis banyak masalah kesehatan akibat hipoksia jaringan.
    Penelitian ini merupakan studi eksperimental dilakukan pada 15 ekor tikus galur Wistar (Rattus Norvegicus), yang dibagi menjadi 3 kelompok yaitu kelompok aerobik, anaerobik dan kontrol.Telah dilakukan penelitian mRNA Mb otot skelet dan otot jantung, kadar serum Mb,kacinr laktat dan kadar CPK di Laboratorium. Integrative Physiology Graduate school of Medicine, Gunma University Japan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perbedaan ekspresi gen Mb otot skelet dan otot jantung pada aktivitas fisik aerobik dibandingkan dengan aktivitas fisik anaerobik sebagai indikator hipoksia dan kerusakan jaringan otot tikus wistar..Selama 14 hari tikus diberi perlakuan aktivitas fisik menggunakan Animal Treadmill untuk aktivitas aerobik diberi kecepatan 20 meter/menit selama 30 menit ,sedangkan aktivitas fisik anaerobik diberi kecepatan 35 meter/menit selama 20 menit. Pada hari ke-14 diambil jaringan otot skelet dan otot jantung untuk pemeriksaan mRNA Mb dengan metode RT- PCR. Pemeriksaan serum Mb menggunakan RNaesy Mini kit, kadar serum CPK menggunakan CPK kit dan kadar Laktat menggunakan Lactate ProTest Strip dilakukan pada hari ke- 1,3,7,10 dan ke-14.
    Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi mRNA Mb pada aktivitas fisik aerobik lebih tinggi dibandingkan anaerobik pada otot skelet (635,12+231,27 vs 290,16+155,15 ptgr/m1) sedangkan pada otot jantung (1734+215,56 vs 1455,48+47,50 nr/rn1), (p
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi