Detail Cantuman

Image of Perbandingan Pengaruh Akunpuntur Dengan Metilfenidat Terhadap Skor SPPAHI Dan Kadar Vinillyl Mandelic Acid (VMA) Urine Pada Anak Gangguan Pemusatan Perhatian Dan Hiperaktivitas (GPPH)

 

Perbandingan Pengaruh Akunpuntur Dengan Metilfenidat Terhadap Skor SPPAHI Dan Kadar Vinillyl Mandelic Acid (VMA) Urine Pada Anak Gangguan Pemusatan Perhatian Dan Hiperaktivitas (GPPH)


Gangguan pemusatan perhatian/hiperaktivitas (GPPH) adalah gangguan psikiatrik anak terbanyak yang bila tidak ditangani secara optimal akan mengganggu ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001100100249612.4 Ari p/R.13.59Perpustakaan Pusat (REF.13.59)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    612.4 Ari p/R.13.59
    Penerbit Program Pascasarjana Ilmu Kedokteran UNPAD : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xix,;128 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    612.4
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Gangguan pemusatan perhatian/hiperaktivitas (GPPH) adalah gangguan psikiatrik anak terbanyak yang bila tidak ditangani secara optimal akan mengganggu masa depan anak. Sa ah satu etiologi GPPH adalah teori norepinefrin. Vanillyl mandelic acid (VMA) adalah metabolit akhir norepinefrin. Sebagian besar anak GPPH mempunyai kadar VMA urine lebih rendah daripada anak normal. Metilfenidat sebagai obat lini pertama penatalaksanaan GPPH mempunyai banyak efek samping sehingga perlu dicari terapi alt.tmatifnya. Akupungtur telah banyak digunakan dalam penatalaksanaan GPPH. Penapisan GPPH dapat dilakukan dengan skala penilaian perilaku anak hiperaktif Indonesia (SPPAHI). Tujuan penelitian ini untuk menilai penurunan skor SPPAHI dan perubahan VMA urine sesudah akupungtur pada anak GPPH, kemudian membandingkannya dengan kelompok yang mendapat metilfenidat. Penelitian ini dilakukan di beberapa SD di Bandung pada bulan Februari-September 2009. Penelitian ini adalah penelitian kuasi eksperimental dengan pre and post-test parallel group design. Pe iakuan akupungtur dan metilfenidat 18 mg diberikan selama 4 minggu kepada subjek. Masing-masing kelompok terdiri dari 13 subjek. VMA urine diambil sebelum dan empat minggu setelah perlakuan, sedangkan pemeriksaan SPPAHI dilakukan sebelum terapi dan setiap akhir minggu sampai dengan minggu keempat. Dari 13 subjek kelompok akupungtur satu orang mengunclurkan diri. Dari duabelas subjek pada minggu keempat didapatkan penurunan yang sangat bermakna median skor SPPAHI (53 menjadi 17,5; p
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi