Detail Cantuman

Image of Peran polimorfisme A118G Gen reseptor opioid u (Mu), dan metabolit dopamin urin serta korelasinya pada kekambuhan adiksi opioid

 

Peran polimorfisme A118G Gen reseptor opioid u (Mu), dan metabolit dopamin urin serta korelasinya pada kekambuhan adiksi opioid


ABSTRAK
Kekambuhan adiksi opioid merupakan masalah yang belum terpecahkan dalam masyarakat kita. Masalali kesehatan yang terjadi ialah angka ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001100100107612.461 Wir p/R.13.61Perpustakaan Pusat (REF.13.61)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    612.461 Wir p/R.13.61
    Penerbit Program Pascasarjana Ilmu Kedokteran UNPAD : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xxv,;211 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    612.461
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • ABSTRAK
    Kekambuhan adiksi opioid merupakan masalah yang belum terpecahkan dalam masyarakat kita. Masalali kesehatan yang terjadi ialah angka kejadian yang terus meningkat, mortalitas yang tinggi, serta outcome pengobatan ketergantungan opiat yang kekambuhannya masih tinggi. Strategi pengobatannya saat ini mengutamakan ditemukan atau tidaknya tanda dan gejala tingkah laku adiksi secara subjektif, belum disertai dengan parameter laboratorik objektif yang dapat merefleksikan proses neurobiologi sebagai etiopatogenesis adiksi opioid. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji seberapa besar peran polimorfisme gen reseptor opioid Mu A118G terhadap kejadian adiksi opioid dan faktor risiko kekambuhannya, mengkaji berapa kadar metabolit dopamin urin (Vanillyl Mandelic AcidNMA) yang dapat dijadikan sebagai parameter laboratorik prediktor kekambuhan adiksi opioid, selanjutnya mengkaji korelasi antara polimorfisme tersebut dengan kadar VMA urin pada kekambuhannya.
    Dengan rancangan penelitian kasus kendali menggunakan subjek penelitian para "residen"/pasien adiksi opioid yang dibedakan atas kekambuhan berat (n:49) dan ringan (n:24), sedangkan kontrol (n:54) adalah para sukarelawan yang tidak mengalami ketergantungan obat, dilakukan pemeriksaan PCR-Sekuensing dan pemeriksaan VMA urin terhadap seluruh subjek penelitian, kadar VMA urin kekambuhan ditentukan berdasarkan cut off point. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan perhitungan uji t, Rasio ODS, analisis korelasi Pearson dan Eta.
    Hasil penelitian ditemukan bahwa polimorfisme A1180 gen reseptor opioid Mu kelompok kekambuhan berat(36,7%), ringan(41,7%) dan kelompok kontrol(18,5%) menunjukkan perbedaan yang bermakna (p
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi