<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="13886">
 <titleInfo>
  <title>Peran polimorfisme A118G Gen reseptor opioid u (Mu), dan metabolit dopamin urin serta korelasinya pada kekambuhan adiksi opioid</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Wirasugena, Ismandiya M.</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Program Pascasarjana Ilmu Kedokteran UNPAD</publisher>
   <dateIssued>2010</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xxv,;211 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Kekambuhan adiksi opioid merupakan masalah yang belum terpecahkan dalam masyarakat kita. Masalali kesehatan yang terjadi ialah angka kejadian yang terus meningkat, mortalitas yang tinggi, serta outcome pengobatan ketergantungan opiat yang kekambuhannya masih tinggi. Strategi pengobatannya saat ini mengutamakan ditemukan atau tidaknya tanda dan gejala tingkah laku adiksi secara subjektif, belum disertai dengan parameter laboratorik objektif yang dapat merefleksikan proses neurobiologi sebagai etiopatogenesis adiksi opioid. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji seberapa besar peran polimorfisme gen reseptor opioid Mu A118G terhadap kejadian adiksi opioid dan faktor risiko kekambuhannya, mengkaji berapa kadar metabolit dopamin urin (Vanillyl Mandelic AcidNMA) yang dapat dijadikan sebagai parameter laboratorik prediktor kekambuhan adiksi opioid, selanjutnya mengkaji korelasi antara polimorfisme tersebut dengan kadar VMA urin pada kekambuhannya.&#13;
Dengan rancangan penelitian kasus kendali menggunakan subjek penelitian para &quot;residen&quot;/pasien adiksi opioid yang dibedakan atas kekambuhan berat (n:49) dan ringan (n:24), sedangkan kontrol (n:54) adalah para sukarelawan yang tidak mengalami ketergantungan obat, dilakukan pemeriksaan PCR-Sekuensing dan pemeriksaan VMA urin terhadap seluruh subjek penelitian, kadar VMA urin kekambuhan ditentukan berdasarkan cut off point. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan perhitungan uji t, Rasio ODS, analisis korelasi Pearson dan Eta.&#13;
Hasil penelitian ditemukan bahwa polimorfisme A1180 gen reseptor opioid Mu kelompok kekambuhan berat(36,7%), ringan(41,7%) dan kelompok kontrol(18,5%) menunjukkan perbedaan yang bermakna (p</note>
 <note type="statement of responsibility">Wirasugena, Ismandiya M.</note>
 <subject authority="">
  <topic>Penanganan kekambuhan adiksi opioid, polimorfisme </topic>
 </subject>
 <classification>612.461</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>612.461 Wir p/R.13.61</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001100100107</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.13.61)</sublocation>
    <shelfLocator>612.461 Wir p/R.13.61</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>scan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>13886</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 15:58:49</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-07-13 15:18:55</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>