<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="13875">
 <titleInfo>
  <title>Peran gen DNA e2 M.tuberculosis dalam terjadinya mutasi gen RPOb  dan katG sebagai dasar diagnosis dan upaya pengembangan obat baru terhadap kasus ...</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Tanuraharjo, Francisca Sriutami</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Program Pasca Sarjana</publisher>
   <dateIssued>2009</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xxii,;173 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Multi Drugs Resistance—Tuberculosis (MDR-TB) merupakan masalah kesehatan, baik dalam hal diagnosis maupun pengobatannya. Secara definisi, kasus MDR-TB adalah kasus tuberkulosis yang hasil pemeriksaan mikrobiologisnya menunjukkan 114ycobacterium tuberculosis resisten paling sedikit terhadap rifampisin dan isoniazid. Cara kerja rifampisin menghambat aktivitas enzim RNA polimerase yang disandi oleh gen rpoB sedangkan isoniazid merupakan &quot;bakal obat&quot; (pro-drug) yang membutuhkan enzim katalase peroksidase yang disandi oleh gen katG untuk mengaktivasinya. Hasil penelitian kasus MDR-TB di berbagai negara menunjukkan bahwa mutasi yang paling sering terjadi adalah pada daerah hotspot gen rpoB (kodon 507-533) dan daerah gen katG kodon 315. Data lokasi dan frekuensi mutasi sangat bervariasi di berbagai negara, dan Indonesia belum mempunyai data kasus MDR-TB maupun mutasi yang terjadi. Mutasi merupakan respon dari stres yang mengakibatkan kerusakan DNA. Pada M tuberculosis mekanisme perbaikan DNA yang rusak akibat stres dari respon imun tubuh maupun paparan obat antituberkulosis diperankan oleh DNA polymerase C yang bersifat &quot;cenderung salah&quot; (error prone) yang mengakibatkan terjadinya mutasi. DNA polimerase ini disandi oleh gen dnaE2.&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran gen dnaE2 M tuberculosis dalam terjadinya mutasi gen rpoB dan katG pada isolat klinik M tuberculosis MDR dengan cara membandingkan ekspresi gen dnaE2 pada isolat klinik M tuberculosis MDR dan isolat klinik M. tuberculosis sensitif obat antituberkulosis. Selanjutnya penelitian ini menganalisis apakah kadar DnaE2 pada isolat klinik M tuberculosis dapat digunakan untuk mendiagnosis kasus MDR-TB.&#13;
Metode Double Antibody Sandwich ELISA untuk mendeteksi kadar DnaE2 yang merupakan gambaran ekspresi gen dnaE2, yang menggunakan antibodi polikional terhadap antigen DnaE2 rekombinan. Antigen DnaE2 rekombinanmerupakan hasil kloning gen dnaE2 (Rv3390c) pada E. coli.&#13;
Analisis kadar DnaE2 pada sampel penelitian yang terdiri 47 kelompok isolat M tuberculosis MDR dan 165 isolat M tuberculosis sensitif obat antituberkulosis menunjukkan adanya perbedaan antara isolat resisten dan sensitif. (p=0,00). Uji diagnostik terhadap penentuan kadar protein DnaE2 metode Double Antibody Sandwich ELISA memperlihatkan nilai sensitivitas, spesifisitas, prediksi positif, prediksi negatif dan akurasi yang tinggi (&gt;80%) dengan tingkat kemaknaan yang tinggi.&#13;
Penelitian ini menyimpulkan perbedaan ekspresi gen dnaE2 pada isolat klinik M tuberculosis MDR yang mengalami mutasi dibandingkan dengan isolat klinik yang sensitif obat antituberkulosis, menggambarkan peranan gen dnaE2. Protein DnaE2 yang berperan dalam terjadinya mutasi dapat digunakan sebagai cara diagnostik dan kandidat sasaran obat baru bagi kasus MDR-TB.&#13;
Kata kunci: MDR-TB, mutasi, DNA polimerase C &quot;cenderung salah&quot; (error prone), Double Antibody Sandwich ELISA.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">Tanuraharjo, Francisca Sriutami</note>
 <subject authority="">
  <topic>Cendrung salah</topic>
 </subject>
 <classification>616.995 Tan p</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>616.995 Tan p/R.13.87</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001090100031</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.13.87)</sublocation>
    <shelfLocator>616.995 Tan p/R.13.87</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>scan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>13875</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 15:58:49</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-07-11 11:46:03</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>