Detail Cantuman

Image of Perubahan komposisi gulma hasil aplikasi herbisida berbahan aktif glifosat beda formulasi pada sistem tanpa olah tanah...

 

Perubahan komposisi gulma hasil aplikasi herbisida berbahan aktif glifosat beda formulasi pada sistem tanpa olah tanah...


PERUBAHAN KOMPOSISI GULMA HASIL APLIKASI
HERBISIDA BERBAHAN AKTIF GLIFOSA T BEDA
FORMULASI PADA SISTEM TANPA OLAH TANAH
DI ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001090100050633.15 Ngg p/R.15.68Perpustakaan Pusat (REF.15.68)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    633.15 Ngg p/R.15.68
    Penerbit Program Pascasarjana Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xvi,;169 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    633.15 Ngg p
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • PERUBAHAN KOMPOSISI GULMA HASIL APLIKASI
    HERBISIDA BERBAHAN AKTIF GLIFOSA T BEDA
    FORMULASI PADA SISTEM TANPA OLAH TANAH
    DI DATARAN RENDAH DAN. DATARAN TINGI
    PADA TANAMAN JAGUNG HIBRIDA (Zea mays.L.)

    ABSTRAK

    Penelitian perubahan komposisi gulrna hasil aplikasi herbisida berbahan
    aktif glifosat beda formulasi pada sistem tanpa olah tanah di dataran rendah dan
    dataran tinggi untuk mengetahui pengaruhnya terhadap kebilangan hasil pada
    tanaman jagung hibrida (Zea mays. L.). Penelitian ini dilakukan di dataran rendah
    yaitu di Desa Tomo dengan ketinggian 40 m dpl dan di dataran tinggi yaitu Desa
    Ciater dengan ketinggian 1200 m dpl. Penelitian ini dilaksanakan selama 5 bulan
    yaitu pada bulan Juni sampai bulan Oktober 2008.

    Rancangan yang digunakan pada perubahan komposisi gulma hasil aplikasi
    herbisida berbahan aktif glifosat beda formulasi pada sistem tanpa olah tanah di
    dataran rendah dan dataran tinggi pad a tanaman jagung hibrida (Zea mays. L.)
    adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Pola Faktorial 2 x 8 masing-masing
    diulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama adalah ketinggian tempat yaitu dataran
    rendah (DR) dan dataran tinggi (DT). Faktor kedua terdiri atas delapan perlakuan
    aplikasi pengendalian gulma yaitu Tanpa herbisida tidak disiang (A), Tanpa
    herbisida disiang bersih (B) Roundup 1,5 lIha (C), Roundup 2 lIha (D), Roundup
    2,5 lIha (E), Bionasa 0,78 kglha (F), Bionasa 1,04 kglha (G), dan Bionasa 1,30
    kglha (H). Sidik ragam yang signifikan dilanjutkan dengan Uji BNT pada taraf
    5%.

    Terdapat interaksi antara ketinggian temp at dan aplikasi herbisida glifosat .
    beda formulasi dengan dosis berbeda pada sistem tanpa olah tanah terhadap laju
    tumbuh gulma (LTG) 42 HST dan tidak terdapat interaksi terhadap penutupan
    gulma, nilai jumlah dominansi (NJD), keracunan tanaman, laju tumbuh tanaman
    (LTT), indeks luas daun (ILD), tinggi tanaman dan komponen basil panenjagung
    hibrida bisi 16.

    Ketingian tempat berbeda memberikan pengaruh terhadap penutupan
    gulma, nilai jumlah dominansi (NJD), laju tumbuh gulma (LTG), keracunan
    tanaman, laju tumbuh tanaman (LIT), indeks luas daun (ILD), tinggi tanaman dan
    komponen hasil panen tanamanjagung hibrida bis 16.

    Penggunaan herbisida glifosat beda formulasi dapat menimbulkan
    perubahan komposisi gulma dan mengurangi kehilangan basil tanaman jagung
    hibrida bisi 16 pada sistem tanpa olah tanah.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi