Detail Cantuman

Image of Peran diri dan perilaku komunikasi pada buruh anak : Studi fenomenologi pada buruh anak di sektor informal pembuatan sepatu Cibaduyut Kota Bandung

 

Peran diri dan perilaku komunikasi pada buruh anak : Studi fenomenologi pada buruh anak di sektor informal pembuatan sepatu Cibaduyut Kota Bandung


PERAN DIRI DAN PERILAKU KOMUNIKASI PADA BURUH ANAK

(Studi Fenomenologi Pada Buruh Anak Di Sektor Informal Pembuatan
Sepatu ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    7719302.2 Ani p/ 21.45.1Perpustakaan Pusat (REF 21.45.1)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    302.2 Ani p/ 21.45.1
    Penerbit Magister Ilmu Komunikasi : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xiii,;255 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    302.2 Ani p
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • PERAN DIRI DAN PERILAKU KOMUNIKASI PADA BURUH ANAK

    (Studi Fenomenologi Pada Buruh Anak Di Sektor Informal Pembuatan
    Sepatu Cibaduyut Kota Bandung)

    Anisa Diniati, 210120150008, 2016, "Peran Diri dan Perilaku Komunikasi pada
    Buruh Anak: Studi Fenomenologi Pada Buruh Anak Di Sektor Informal Pembuatan
    Sepatu Cibaduyut Kota Bandung", Dr. Asep Suryana, M.Si sebagai Ketua Tim
    Pembimbing dan Dr. Atwar Bajari, M.Si sebagai Anggota Tim Pembimbing, Fakultas
    llmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran.

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran diri dan pengalaman buruh
    anak tentang perilaku komunikasinya. Teori yang mendasari penelitian ini adalah
    Teori Fenomenologi dari Viktor Frankl, teori The Looking Glass Self dari Cooley,
    dan Teori Interaksi Simbolik dari George Herbert Mead. Penelitian ini menggunakan
    pendekatan kualitatif dengan. fenomenologi sebagai metode penelitiannya. Subjek
    penelitian terdiri dari 6 orang informan kunci yang berperan sebagai buruh anak di
    tempat pembuatan sepatu Cibaduyut Kota Bandung. Dan pengumpulan data
    dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam, dan pengumpulan audio dan
    visual.

    Dari seluruh proses penelitian yang dilakukan, didapatkan hasil penelitian yang
    menunjukkan bahwa perjalanan seorang anak hingga bisa memainkan peran dirinya
    sebagai buruh anak, tidak terlepas dari sebuah proses. Peran anak sebelum menjadi
    buruh, didominasi oleh aktivitas sekolah, bermain, dan meminta uang pada orang tua.
    Namun, adanya desakan sosial yang berasal dari anggota keluarga, teman usia
    dewasa, dan lingkungan tetangga menjadi faktor utama yang mendorong anak
    menjadi buruh anak. Selama memainkan perannya, mereka membangun sebuah
    makna tentang peran dirinya, yaitu peranan ganda statis dan peranan ganda dinamis.
    Peranan tersebut mendorong mereka memiliki suatu keterampilan peranan yang
    didasarkan pada orientasi kerja mereka. Namun dari semua hal yang dilakukan oleh
    buruh anak dalam memainkan peranannya, terdapat beberapa resiko peranan yang
    hams mereka tanggung dan jalani hingga saat ini.

    Buruh anak dalam memainkan perannya tidak terlepas dari pengalaman mereka
    tentang perilaku komunikasinya. Pengalaman buruh anak tentang perilaku
    komunikasi erat kaitannya dengan komunikasi mereka di bengkel sepatu dengan bos,
    majikan, rekan kerja dewasa maupun sesama buruh anak, peer group, hingga anggota
    keluarga. Komunikasi buruh anak dengan keempat lingkungannya tersebut,
    mendorong mereka untuk menciptakan karakteristik budaya yang khas berupa dunia
    simbol yang mereka ciptakan bersama.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi