Detail Cantuman

Image of Pertukaran sosial dalam proses rehabilitasi orang dengan gangguan jiwa : studi pada panti rehabilitasi sosial Mental Mentari Hati Tasikmalaya

 

Pertukaran sosial dalam proses rehabilitasi orang dengan gangguan jiwa : studi pada panti rehabilitasi sosial Mental Mentari Hati Tasikmalaya


Pada dasamya proses rehabilitasi membuka akses terjadinya interaksi
antara terapis dan klien serta mendapatkan dukungan sosial dari

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    007686301 Veg p/R.17.14.1Perpustakaan Pusat (REF.17.14.1)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    301 Veg p/R.17.14.1
    Penerbit Magister Ilmu Sosial Dan Politik : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    135 hlm,;29,5 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    301 Veg p
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Pada dasamya proses rehabilitasi membuka akses terjadinya interaksi
    antara terapis dan klien serta mendapatkan dukungan sosial dari
    keluarga/masyarakat sehingga terjadi relasi sosial dalam pelaksanaannya.
    Demikian pula halnya dengan proses rehabilitasi terhadap orang dengan gangguan
    jiwa di Panti Rehabilitasi SosiaI Mental Mentari Hati Tasikmalaya. Relasi antara
    relawan dan mantan penderita gangguan jiwa serta dukungan dari warga membuat
    proses rehabilitasi di Mentari Hati dapat berjalan selama 8 tahun.

    Teori yang digunakan adalah pertukaran sosial Peter M Blau. Teknik
    pengambilan sampeI dalam penelitian ini adalah teknik purposive sampling atau
    sampel bertujuan. Informan yang dipilih antara lain relawan, mantan penderita
    gangguan jiwa dan warga yang terlibat dalam pelaksanaan rehabilitasi. Analisis
    data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif. Tahapan
    analisis data dilakukan antara lain mengorganisasikan data, pengelompokan
    berdasarkan kategori, tema dan pola jawaban, menguji asumsi atau permasalahan
    yang ada terhadap data, dan mencari alternative penjelasan bagi data.

    Dalam penelitian ini, peneliti menemukan bahwa terjadi pertukaran sosial
    antara relawan, mantan penderita gangguan jiwa, dan warga dalam proses
    rehabiIitasi oaG] dilihat melalui: (1) Tahap penjaringan. (2) Proses terapi dan (3)
    Tahap uji cob a, yang menghasilkan pertukaran pada aspek spiritual berupa
    perasaan, sikap dan pengetahuan, sedangkan aspek materil berupa upah yang
    didapat.

    Peneliti juga menemukan, keterlibatan relawan, mantan penderita
    gangguan jiwa dan warga dalam proses rehabilitasi ODGJ didasarkan atas
    ketertarikan nilai individu dan nilai lingkungan yaitu; keinginan meningkatkan
    kualitas hidup, keinginan meningkatkan kualitas diri di mata Tuhan dan hubungan
    kekerabatan. Reward yang didapat relawan dalam proses rehabilitasi ODG] yaitu;
    mendapatkan pekerjaan, uang, pujian dan kehormatan dari warga, dan
    mendaptkan pengetahuan tentang ODGJ dan proses rehabilitasi. Sedangkan
    reward yang didapat mantan penderita gangguan jiwa yaitu; merasa lebih
    "dihargai" oleh warga, perasaan aman dan mendapatkan pekerjaan juga
    penghasilan. Dan untuk reward yang didapat warga dalam proses rehabilitasi
    aDO] yaitu; merasa Iebih aman dad gangguan ODGJ yang berkeliaran di jalan,
    ketenangan batin, dan perasaan bahagia bisa berbagi. Maka, reward dalam proses
    rehabilitasi ODG] di Mentari Hati dominan pada reward intrinsic; sehingga
    hubungan social dalam proses rehabilitasi ODGJ di Panti Rehabilitasi Sosial
    Mental Mentari Hati Tasikmalaya bersifat asimetris.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi