Detail Cantuman

Image of Kemandirian alutsista tentara nasional Indonesia angkatan darat dari perspektif keamanan sektor militer : studi kasus di PT. Pindad

 

Kemandirian alutsista tentara nasional Indonesia angkatan darat dari perspektif keamanan sektor militer : studi kasus di PT. Pindad


Sebagai Negara yang berdaulat dan memiliki sumber daya alam yang
melimpah, Indonesia tidak bisa lepas dari berbagai bentuk ancaman baik dari ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    007665335 Nyo k/R.17.112.1Perpustakaan Pusat (REF.17.112.1)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    335 Nyo k/R.17.112.1
    Penerbit Magister Ilmu Sosial Dan Politik : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xiii, 126 hlm. ; il. ; 29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    335 Nyo k
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Sebagai Negara yang berdaulat dan memiliki sumber daya alam yang
    melimpah, Indonesia tidak bisa lepas dari berbagai bentuk ancaman baik dari
    aktor Negara maupun non Negara. Untuk itu Indonesia harus selalu siap
    menghdapi setiap ancaman dan gangguan yang ada baik yang datangnya dari
    dalam maupun dari luar negeri. Hal ini dapat dilakukan apabila kita memiliki
    militer yang tangguh serta dilengkapi dengan alat persenjataan yang lengkap dan
    canggih. Dengan militer yang tangguh akan membuat kita disegani baik oleh
    kawan maupun lawan serta memiliki suara yang didengar pada perundingan­
    perundingan. Untuk itu, keamanan sektor militer masih perlu mendapat prioritas
    mengingat kondisi geografis dan demografis Indonesia yang memerlukan
    penjagaan oleh militer yang kuat. Agar militer kita kuat perlu didukung peralatan
    persenjataan yang memadai serta menyesuaikan dengan perkembangan
    persenjataan militer di dunia. Alat persenjataan tersebut hendaknya merupakan
    hasil produksi dalam negeri sehingga menjarnin kerahasian dan tidak mudah
    ditangkal oleh musuh. Produksi alat utama system senjata (alutsista) dilaksanakan
    oleh industri-industri strategis nasional melalui program kemandirian alutsista.
    Dengan adanya kemandirian ini tentunya akan menunjang tercapainya
    kepentingan nasional bangsa kita.

    Untuk mencapai kemandirian alutsista, pemerintah telah mengeluarkan
    kebijakan-kebijakan diantaranya dibentuknya badan kebijakan nasional industri
    pertahanan yang disebut Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP). Tugas
    KKIP ini adalah mengembangkan kemampuan industri pertahanan dalam negeri,
    baik alutsista maupun non alutsista. Disamping itu, diterbitkan pula Undang­
    undang Republik Indonesia No. 16 tahun 2012 Tentang Industri Pertahanan.

    Namun sampai saat ini kemandirian alutsista TNI AD masih jauh dari
    harapan. Hal ini karena berbagai kendala, diantaranya belum optimalnya
    implementasi kebijakan pemerintah terhadap industri pertahanan, terbatasnya
    anggaran, kualitas SDM, sinergitas antara industri pertahanan kurang, birokrasi
    rumit, tidak adanya kontrak jangka panjang serta industri pertahanan tidak
    dilibatkan dalam kerja sama dengan luar negeri. Adapun solusi yang dapat
    diambil untuk mencapai kemandirian alutsista TNI AD adalah dengan membentuk
    holding BUMN strategis, industry pertahanan dilibatkan dalam perencanaan
    strategis jangka panjang dan dalam kerjasama dengan luar negeri, penetapan
    offset yang tinggi terhadap produk luar serta mewajibkan adanya alih teknologi
    pada setiap alutsista produk impor.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi