Pemodelan kemiskinan di Sumatera dengan menggunakan constrained autoregression structural equation modeling (CAR-SEM)
Kemiskinan merupakan salah satu permasalahan mendasar yang telah menjadi
perhatian utama berbagai negara di dunia termasuk Indonesia. Untuk ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 010030007653 519.5 Muh p/R.14.57.1 Perpustakaan Pusat Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 519.5 Muh p/R.14.57.1Penerbit Magister Statistika Terapan : Bandung., 2016 Deskripsi Fisik xii,; 64 hlm,;29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 519.5 Muh pTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi 2017Subyek Info Detil Spesifik TesisPernyataan Tanggungjawab Muhammad Zainuri -
Kemiskinan merupakan salah satu permasalahan mendasar yang telah menjadi
perhatian utama berbagai negara di dunia termasuk Indonesia. Untuk mendukung
penanggulangan kemiskinan di Indonesia, khususnya di Sumatera, diperlukan informasi
tentang pengaruh faktor-faktor penyebab kemiskinan. Pada penelitian ini dibangun
sebuah model regresi untuk menaksir efek terse but. Karena terbatasnya kelengkapan dan
ketersediaan data, beberapa faktor yang penting tidak dilibatkan (omissing) dalam model.
Ketika faktor yang tidak dilibatkan berhubungan secara konseptual dengan variabel yang
dilibatkan, hasil taksiran dari regresi standar akan bias yang disebut omitted variable bias.
Selain itu, karena omitted variable bersifat time variant, model regresi panel standar
untuk pemodelan heterogenitas individual dapat mengandung miss specification bias.
Oleh karena itu, untuk mengatasi masalah tersebut, digunakan Constrained
Autoregression Structural Equation Model (CAR-SEM). Data yang digunakan pada
penelitian ini bersumber dari Badan Pusat Statistik pada publikasi : "Data dan Informasi
Kemiskinan KabupatenIKota" dengan periode data tahun 2011-2014. Variabel dependen
pada penelitian ini adalah indeks kedalaman kemiskinan (PI). Adapun variabel
independen yaitu: angka melek hurufpenduduk miskin, persentase penduduk miskin yang
bekerja pada sektor informal, persentase penduduk miskin yang bekerja pada sektor
pertanian, dan persentase rumah tangga miskin pengguna air bersih. Berdasarkan
pemodelan dengan CAR-SEM, didapatkan hasil bahwa variabel persentase rumah tangga
. miskin pengguna air bersih memiliki pengaruh yang signifikan terhadap indeks
kedalaman kemiskinan. Sedangkan tiga variabel independen lainnya tidak memiliki
pengaruh yang signifikan.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






