Modalitas setsumsumei nodakara dan ndakara dalam kalimat subordinatif bahasa Jepang : kajian struktur dan makna
Penelitian ini berjudul "Konjungtor Tokoro Sebagai Penanda Klausa
Adverbial Dalarn Bahasa Jepang", dengan tujuan penelitian untuk
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 010030007637 495.6 Bah m Perpustakaan Pusat Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 495.6 Bah mPenerbit : ., 2016 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi NONETipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Bahri Zumanto -
Penelitian ini berjudul "Konjungtor Tokoro Sebagai Penanda Klausa
Adverbial Dalarn Bahasa Jepang", dengan tujuan penelitian untuk
mendeskripsikan struktur dan makna kalimat konjungtor tokoro sebagai penanda
klausa adverbial dalarn kalimat bahasa Jepang. Metode penelitian yang digunakan
adalah deskriptif, dengan metode simak dan teknik catat. Kesimpulan penelitian
menunjukkan bahwa konjungtor tokoro sebagai penanda klausa adverbial di
dalam kalimat dibagi dalam dua klausa yaitu klausa waktu (B~F~m~'(j jikansetsus
dan klausa syarat (~1tf:Itri joukensetsu). Dalam klausa waktu terdapat makna
hubungan waktu bersamaan dan makna hubungan waktu berurutan. Sedangkan
dalam klausa syarat terdapat hubungan syarat dan hubungan konsesif. Saran
dalam penelitian ini selain konjungtor tokoro sebagai penanda klausa adverbial
masih banyak konjungtor lain dalam klausa adverbial yang perlu diteliti,
diantaranya ato(de/ni), tame(ni), noni, nagara, mama(de), youni, hodo dan lain
lain. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






