Detail Cantuman

Image of Pengaruh relaksasi benson terhadap fatigue pada pasien hemodialisis di RS Dustira Cimahi

 

Pengaruh relaksasi benson terhadap fatigue pada pasien hemodialisis di RS Dustira Cimahi


Fatigue merupakan keluhan tertinggi yang dirasakan pasien HD
menyebabkan konsentrasi menurun, malaise, gangguan tidur, gangguan

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    010030007591610.73 Nov p/R.22.159Perpustakaan PusatTersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    610.73 Nov p/R.22.159
    Penerbit MAGISTER KEPERAWATAN UNPAD : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xix, 94hlm. ; il. ; 29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    610.73 Nov p
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    2016
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    Tesis
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Fatigue merupakan keluhan tertinggi yang dirasakan pasien HD
    menyebabkan konsentrasi menurun, malaise, gangguan tidur, gangguan
    emosional, penurunan kemampuan pasien dalam melakukan aktivitas sehari hari
    dan berdampak negatif terhadap kualitas hidup. Intervensi keperawatan yang
    dapat dilakukan oleh pasien secara mandiri, aman, tanpa efeksamping dan tidak
    memerlukan biaya menjadi penting untuk menurunkan fatigue. Penelitian ini
    bertujuan untuk mengetahui pengaruh Relaksasi Benson terhadap fatigue pasien
    HO di RS. Oustira Cimahi.

    Penelitian ini menggunakan metode penelitian quasi eksperimental dengan
    pendekatan two groups pretest and posttest design. Sebanyak 50 pasien dipilih
    sebagai responden yang terbagi dalam dua kelompok menggunakan consecutive
    sampling dimana responden pada kelompok kontrol diambil dari responden
    dengan jadwal HD hari senin dan kamis sedangkan responden kelompok
    intervensi diambil dari responden dengan jadwal HD selasa dan jumat. Data
    dianalisis menggunakan uji statistik analisis univariat (berupa distribusi frekuensi,
    persentase dan mean dari setiap variabel) dan analisis bivariat (paired t test,
    independent t test, repeated anova dan post hoc).

    Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rerata skor
    fatigue antara skor sebelum dan sesudah dilakukan intervensi Relaksasi Benson
    pada kelompok intervensi (pretest 27,16±3,325 dan posttest 28,76±3,728) yang
    memmjukan rerata skor posttest lebih tinggi, artinya terjadi perbaikan skor fatigue
    setelah intervensi. Pada kelompok kontrol juga terjadi peningkatan skor fatigue
    (pretest 28,16±2,609 dan posttest 28,36±3,040) yang memmjukan adanya
    perbaikan skor fatigue setelah intervensi namun peningkatan ini tidak signifikan
    secara statistik dilihat dari nilai p = 0,446 pada rerata skor fatigue sebelum (28,16)
    dan setelah intervensi (28,36) di kelompok kontrol. Berbeda dengan nilai p rerata
    skor fatigue sebelum (27,16) dan setelah intervensi (28,76) pada kelompok
    intervensi yaitu p= 0,000 yang menunjukan signifikansi perbedaan rerata skor
    fatigue sebelum dan setelah intervensi Relaksasi Benson pada kelompok
    intervensi. Terdapat perbedaan bermakna selisih skor fatigue kelompok intervensi
    dengan kelompok kontrol (p = 0,000). Perbaikan levelfatigueterlihat setelah lima
    kali melakukan Relaksasi Benson secara rutin pada dua jam pertama intradialisis
    (p = 0,000).

    Secara umum hasil penelitian ini menemukan ada pengaruh Relaksasi
    Benson terhadap tingkatfatigue pasien HD dengan perubahan skorfatigue setelah
    perlakuan kelima. Relaksasi Benson terbukti aman, tanpa efek samping, tidak
    membutuhkan biaya dan mudah dilakukan. Disarankan kepada pasien HD agar
    melaksanakan Relaksasi Benson pada 2 jam pertama intradialisis secara rutin
    (minimallima kali pelaksanaan) untuk mengurangi keluhanfatigue post HD.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi