Pengaruh relaksasi Autogenik Terhadap Kualitas Tidur Pasien Hemodialisis Di Rumah Sakit Advent Bandung
Gangguan tidur merupakan masalah yang sering dialami oleh pasien Gagal
Ginjal Terminal (GGT). Apabila gangguan tidur tidak segera diatasi ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 010030007546 610.730 1 Ima p/R.22.112 Perpustakaan Pusat Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 610.730 1 Ima p/R.22.112Penerbit MAGISTER KEPERAWATAN UNPAD : Bandung., 2016 Deskripsi Fisik xvi, 97 hlm. ; ill. ; 29 cm.Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 610.730 1 Ima pTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi 2016Subyek Info Detil Spesifik TesisPernyataan Tanggungjawab Imanuel Sri Mei Wulandari -
Gangguan tidur merupakan masalah yang sering dialami oleh pasien Gagal
Ginjal Terminal (GGT). Apabila gangguan tidur tidak segera diatasi akan
mengakibatkan peningkatan resiko jatuh, penurunan kognitif, bahkan dapat
menyebabkan kematian akibat komplikasi dari kardiovaskular. Intervensi mandiri
perawat diperlukan untuk mengatasi gangguan tidur, mencegah resiko penyakit
kardiovaskular atau komplikasi lainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
pengaruh relaksasi autogenik terhadap kualitas tidur pasien hemodialisis di RS.
Advent Bandung.
Penelitian ini menggunakan quasi eksperiment dengan pendekatan pretest
and posttest design with control group. Empat puluh dua pasien dipilih sebagai
responden menggunakan consecutive sampling. Responden dibagi menjadi dua
kelompok menggunakan jadwal hari terapi, 21 kelompok intervensi dan 21
kelompok kontrol. Kelompok intervensi mendapatkan relaksasi autogenik
sebanyak: dua kali seminggu selama empat minggu. Kelompok kontrol
mendapatkan perawatan standar. Kualitas tidur diukur dengan menggunakan PSQI
pada pretest dan postest. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan
analisis deskripsi (frekuensi, persentase, mean, standar deviasi) dan analisis
inferensial (uji Wilcoxon dan Mann Whitney).
Hasil penelitian uji homogenitas berdasarkan karakteristik responden
menunjukan tidak berbeda secara signifikan (p>O,05) pada kelompok intervensi
dan kontrol. Terdapat perbaikan kualitas tidur secara signifikan pada kelompok
intervensi (P=O,OOO) yang ditunjukan dengan menurunya nilai pada PSQI (nilai
total 9 menjadi 6). Adapun pada kelompok kontrol tidak terjadi perubahan yang
signifikan pada nilai PSQI (nilai awal dan nilai akhir tetap 8) dengan nilai p>O,05.
Secara numerik nilai PSQI mengalami penurunan pada kelompok intervensi,
tetapi secara kategorik nilai PSQI tetap menunjukan kualitas tidur yang buruk
pada kelompok intervensi.
Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh relaksasi autogenik yang
signifikan (memperbaiki) terhadap kualitas tidur pada pasien hemodialisis. Hasil
penelitian ini bisa menjadi intervensi mandiri perawat dalam memberikan asuhan .
keperawatan pada pasien hemodialisis.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






