Detail Cantuman

Image of Hubungan Antar Etnik Pada Masyarakat Multi Kultural di Kota Kecamatan Haurgelis Kabupaten Indramayu- Jawa Barat

 

Hubungan Antar Etnik Pada Masyarakat Multi Kultural di Kota Kecamatan Haurgelis Kabupaten Indramayu- Jawa Barat


Tesis ini mengkaji hubungan antaretnik pada masyarakat multikultural di
kota Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    010030007517301.59824 Suc h/R.17.17Perpustakaan PusatTersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    301.59824 Suc h/R.17.17
    Penerbit Magister Ilmu Sosial Dan Politik : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xvii, 134 hlm. ; ill. ; 29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    301.59824 Suc h
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    2015
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    Tesis
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Tesis ini mengkaji hubungan antaretnik pada masyarakat multikultural di
    kota Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Hubungan­
    hubungan antaretnik dilihat sebagai hasil dari konstruksi sosial para pelaku yang
    aktif mengintemalisasi dan mengekstemalisasi etnisitas.

    Penelitian ini didesain dengan metode kualitatif. Metode ini melibatkan
    peneliti dalam pengalaman secara langsung dengan informan di lapangan, serta
    desain pengumpulan data yang memberikan ruang lebih bagi informan. Informan
    dipilih melalui purposeful sampling dengan unit analisis warga masyarakat
    Kecamatan Haurgeulis.

    Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan antaretnik yang harmonis
    pada masyarakat di Haurgeulis merupakan hubungan yang terbentuk karena
    adanya kesadaran historis kedatangan penduduknya, yang terdiri dari dari empat
    golongan etnik yaitu Jawa, Sunda, Arab, dan Tionghoa di awal abad 20.
    Pengalaman hidup bersama diintemalisasi sampai di tingkat individu dan menjadi
    sikap umum, yaitu tidak membedakan kategori tuan rumah dan pendatang di
    antara golongan-golongan etnik di Haurgeulis. Setiap golongan etnik memiliki
    keahlian-keahlian pekerjaan yang mengikat hubungan antaretnik, seperti jenis
    pekerjaan pertanian yang mayoritas diisi oleh keturunan Jawa dan Sunda, serta
    perdagangan oleh keturunan Arab dan Tionghoa. Adanya spesialisasi yang umum
    pada masing-masing golongan etnik tersebut, membentuk hubungan antaretnik di
    Haurgeulis menjadi saling bergantung dalam kehidupan ekonominya.

    Dengan saling ketergantungan itu, masyarakat di Haurgeulis membiasakan
    diri untuk menunjukkan sikap toleran dan tidak diskriminatif terhadap liyannya,
    sehingga sekalipun ada konflik antarindividu yang berbeda sukubangsa, dapat
    diredam dengan cepat dan tidak meluas menjadi konflik komunal. Dengan
    demikian, pengalaman hidup yang dilalui seseorang dalam masyarakat
    multikultural akan menghasilkan individu-individu yang multikulturalis.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi