Detail Cantuman

Image of Perbandingan Efektifitas Imunoterapi Spesifik Alergen Tungau Debu Rumah dengan Kombinasi Cetirizin-Flutikason Furoat terhadapa Kadar Serum IgG4, Tingkat Berat Gejala Penyakit, dan Kualitas Hidup Pada Penderita Rinitis Alergi

 

Perbandingan Efektifitas Imunoterapi Spesifik Alergen Tungau Debu Rumah dengan Kombinasi Cetirizin-Flutikason Furoat terhadapa Kadar Serum IgG4, Tingkat Berat Gejala Penyakit, dan Kualitas Hidup Pada Penderita Rinitis Alergi


Pendahulu3n: Rinitis alergi adalah reaksi inflamasi pada mukosa hidung
dipcrantarai oleh imunoglobulin E (lgE) setelah pajanan alergen yang ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    010030007510610 Pah p/R.13.3Perpustakaan PusatTersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    610 Pah p/R.13.3
    Penerbit magister kedokteran spesialis : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xvii,;121 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    610
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    2016
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    Tesis
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Pendahulu3n: Rinitis alergi adalah reaksi inflamasi pada mukosa hidung
    dipcrantarai oleh imunoglobulin E (lgE) setelah pajanan alergen yang ditandai
    dengan gejala hidung tersumbat, rinorea, bersin, dan gatal. Penatalaksanaan rinitis
    alergi rekomendasi Allergic Rhinitis and Its impact on Asthma- World Health
    Organization 2008 (ARIA-WHO 2008) adalah kortikosteroid intranasal,
    antihistamin, dan imunoterapi (ITS). ITS menginduksi tolcransi klinis, imunologi,
    dan memiliki pengaruh jangka paniang. Tujuan: Membandingkan efektivitas
    terapi fTS dengan kombinasi cetirizin-flutikason furoat terhadap kadar serum
    rgG4, tingkat berat gejala penyakit, dan perbaikan kualitas hidup. Metode:

    Penelitian quasi experimental pada 36 pasien dibagi 2 kelompok, periode
    September 2015-Febmari 2016, bcrusia 18-50 tahun, pengobatan imunoterapi
    diberikan selama 3 bulan. Satu ke1ompok diberi perlakuan imunoterapi,
    sedangkan kelompok lain diberikan obat kombinasi cetirizin-flutikason furoat.
    Subjek didapat secara consecutive sampling. Diagnosis berdasarkan kadar serum
    IgG~ diukur menggunakan ELISA, tingkat berat penyakit berdasarkan Visual
    Analogue Scale (VAS), pemeriksaan nasocndoskopi berdasarkan Lund-Kcnnedy,
    skor gejaJa hidung Weekc, Davis dan Okuda, scrta penilaian kualitas hidup
    menggunakan Rhinoconjuctivitis Quality of Life Questionnaire (RQLQ) dari
    Juniper, Hasil: Pemberian ITS selama 3 bulan berbeda bermakna dibandingkan
    kombinasi cetirizin-flutikason furoat da!am meningkatan kadar serum IgG4 nilai
    p=O,Oi4, mengurangi tingkat beratnya gejala penyakit nilai p
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi