Detail Cantuman

Image of Penerapan Cognitive Behavior Therapy (CBT) Pada Invidu Dengan Gangguan Obsesif Kompulsif

 

Penerapan Cognitive Behavior Therapy (CBT) Pada Invidu Dengan Gangguan Obsesif Kompulsif


PENERAPAN COGNITIVE BEHAVlOR THERAPY (CBT) PADA
INDIVIDU DENGAN GANGGUAN OBSESIF KOMPULSIF

ABSTRAK

Gangguan ...

  • Tidak ada salinan data

  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    158.3 Kar p/R.19.147
    Penerbit Magister Psikologi : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xvii, 238 hlm. ; ill. ; 29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    158.3 Kar p
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    2016
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    Tesis
    Pernyataan Tanggungjawab
  • PENERAPAN COGNITIVE BEHAVlOR THERAPY (CBT) PADA
    INDIVIDU DENGAN GANGGUAN OBSESIF KOMPULSIF

    ABSTRAK

    Gangguan obsesif kompulsif merupakan pennasalahan psikologis yang
    akan menjadi pennasalahan kronis jika tidak segera ditangani. Dampak dari
    adanya gangguan ini dapat mengganggu hal-hal rutin yang normal, mengganggu
    fungsi kerja atau sosial. Terjadi adanya perubahan tingkat keparahan dari cukup
    parah menuju parah ketika subjek mengalami situasi yang menekan atau stres.
    Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menerapkan Cognitive Behavior
    Therapy (CB1) guna mengetahui pengaruh terhadap gejala perilaku obsesi
    kompulsi pada individu dengan gangguan obsesif kompulsif.

    Subjek penelitian ini adalah dua orang subjek dengan obsesif kompulsif
    pada tingkat cukup parah. Subjek pertama, perempuan berusia 27 tahun dan
    subjek kedua, laki-Iaki berusia 23 tahun.

    Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperlmen dengan Interrupted
    time series design. Gejala perilaku obsesi kompulsi diukur menggunakan skala
    pengukuran Yale-Brown Obsessive Compulsive Severity Scale. Yang terdiri dari
    dua subskala yaitu obsesi dan kompulsi. Pada masing-masing subskala memiliki
    lima karakteristik yang sama yaitu durasilfrekuensi, gangguannya terhadap fungsi
    sosial dan kerja, dihubungkan dengan distress, derajat perlawananlpenentangan,
    serta persepsi terhadap ketidakmampuan mengendalikan ob se si atau kompulsi.
    YBOCS memiliki reliabilitas dan validitas yang baik, dengan alpha 0.69 untuk
    total skala, 0.77 untuk subsakala obsesif, dan 0.51 untuk subskala kompulsi.

    CBT dilakukan dengan delapan sesi, yaitu: Education on the appraisal
    model, Identification and differentiation of appraisals and intrusions, Cognitive
    restrructuring strategies, Alternative appraisals of the obsession, The role of
    compulsive ritual, neutralization, and avoidance (Exposureand Response
    Prevention), Behavioral experimentation, Modifying self-referent and
    metacognitive beliefs, dan Relapse prevention.

    Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh besar dan reliable
    pada individu dengan gangguan obsesif kompulsif. Hal ini diindikasikan dengan
    menurunnya tingkat keparahan pada subjek I dan subjek U, sebelwn diterapkan
    CBT berada pada kategori cukup parah (indikasi gangguan), setelah diterapkan
    CBT menurun pada kategori subklinis (mendekati klinis, belwn tennasuk

    gangguan). ' "
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi