Detail Cantuman

Image of Perbandingan Metode Empirical Best Linear Unblased prediction (EBLUP) Dan Spatial Empirical Best Linear Ublased prediction (SEBLUP) Pada Area Kecil Untuk Pendugaan Persentase Penduduk Miskin : Studi Kasus Kota Bandar Lampung Provinsi Lampung

 

Perbandingan Metode Empirical Best Linear Unblased prediction (EBLUP) Dan Spatial Empirical Best Linear Ublased prediction (SEBLUP) Pada Area Kecil Untuk Pendugaan Persentase Penduduk Miskin : Studi Kasus Kota Bandar Lampung Provinsi Lampung


Kemiskinan menjadi masalah klasik yang terus dihadapi baik bagi
pemerintah pusat maupun daerah. Pengimplementasian program pengentasan

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    010030007467519.5 Nur p/R.14.67Perpustakaan PusatTersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    519.5 Nur p/R.14.67
    Penerbit Magister Statistika Terapan : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xi,; 56 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    519.5 Nur p
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    2016
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    Tesis
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Kemiskinan menjadi masalah klasik yang terus dihadapi baik bagi
    pemerintah pusat maupun daerah. Pengimplementasian program pengentasan
    kerniskinan yang tepat sasaran mewajibkan ketersediaan data yang valid hingga area
    terkecil. Untuk memperoleh informasi area yang lebih kecil, seperti pada level
    kecamatan atau desa, maka salah satu metode yang tepat adalah estimasi tidak
    langsung dengan pendekatan Small Area Estimation (SAE). Pendugaan area kecil
    merupakan suatu metode untuk menduga parameter pada area kecil dengan
    memanfaatkan informasi dari area lain yang serupa, dari dalam area itu sendiri, atau
    dari luar survei. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan perbandingan hasil
    pendugaan persentase penduduk miskin kecamatan di Kota Bandar Lampung dengan
    menggunakan metode Empirical Best Linear Unbiased Prediction (EBLUP) dengan
    Spatial Empirical Best Linear Unbiased Prediction (SEBLUP). Dalam makalah ini,
    metode pendugaan area kecil yang digunakan adalah basic area level model dengan
    model dasar Fay-Herriot. Perbandingan akurasi antar metode guna melihat metode
    mana yang lebih baik dalam pengestimasian persentase penduduk miskin di Kota
    Bandar Lampung dilakukan dengan melihat rasio mean squared error (MSE) yang
    dihasilkan dari masing-masing metode. Dalam penelitian ini yang menjadi variabel
    respon adalah persentase penduduk miskin (Po) yang diperoleh dari data SUSENAS
    2013. Sedangkan variabel penyerta (auxiliary variable) yang digunakan berasal dari
    hasil Sensus Penduduk 2010 dan data Potensi Desa 2014. Variabel terse but antara
    lain: Persentase keluarga yang tinggal di pemukiman kumuh, Persentase penerima
    jamkesmas/jarnkesda, Tingkat Partisipati Angkatan Kerja, Tingkat Pengangguran
    Terbuka, Angka Buta Huruf, Persentase rumah tangga yang tidak memiliki fasilitas
    buang air besar, Persentase rumah tangga yang memiliki sumber air minum tidak
    layak, Persentase rumah tangga yang denganjenis lantai tanah, Persentase penduduk

    v

    yang memiliki ijazah tertinggi
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi