Detail Cantuman

Image of Pengaruh Kombinasi Akupresur Dan Latihan rentang Gerak Pasif terhadap Kekuatan Oto Dan rentang gerak Pasien Stroke Iskemik Dengan Hemiparesis di Ruang neuro RSUP. Dr Hasan Sadikin Bandung

 

Pengaruh Kombinasi Akupresur Dan Latihan rentang Gerak Pasif terhadap Kekuatan Oto Dan rentang gerak Pasien Stroke Iskemik Dengan Hemiparesis di Ruang neuro RSUP. Dr Hasan Sadikin Bandung


Hemiparesis merupakan kerusakan motorik berupa kelemahan anggota
gerak yang sekitar 70-80% diakibatkan oleh stroke dan apabila tidak ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    010030007413610.73 Jah p/R.22.116Perpustakaan PusatTersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    610.73 Jah p/R.22.116
    Penerbit MAGISTER KEPERAWATAN UNPAD : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xi, 99 hlm. ; il. ; 29 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    610.73 Jah p
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    2015
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    Tesis
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Hemiparesis merupakan kerusakan motorik berupa kelemahan anggota
    gerak yang sekitar 70-80% diakibatkan oleh stroke dan apabila tidak dilakukan
    perawatan dan rehabilitasi yang baik maim hemiparesis tersebut mengakibatkan
    kecacatan pennanen. Intervensi untuk mengatasi masalah tersebut dapat dilakukan
    dengan akupresur yang dikombinasikan dengan latihan rentang gerak pasif.
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kombinasi akupresur
    dengan latihan rentang gerak pasif terhadap kekuatan otot dan rentang gerak
    pasien yang mengalami hemiparesis akibat stroke.

    Penelitian Quasi Eksperimental Control Group Pretest Post Test Design
    ini melibatkan 32 orang dengan menggunakan consecutive sampling pada pasien
    stroke yang mengalami hemiparesis, Pada kelompok intervensi diberikan
    ifitetvensiKombifiasi akupresur dan latikan rentang gerak pasif dua kali sehari
    selama tujuh hari. Sedangkan pada kelompok kontrol di observasi dengan
    intervensi Rumah Sakit. Data dikumpulkan melalui angket yang berisi
    karakteristik, kekuatan otot, dan rentang gerak pasien. Analisa data penelitian ini
    menggunakan wilcoxon signed rank test karena hasil uji homogenitas
    menunjukan data berdistribusi tidak normal (sig=O.03).

    Hasil penelitian menunjukan adanya perbedaan yang signifikan kekuatan
    otot pretest dan postest pada kelompok intervensi (P=O.OOI),terdapat perbedaan
    yang signifikan kekuatan otot pretest dan postest pada kelompok kontrol
    (P=0.044), terdapat perbedaan yang signifikan rentang gerak sendi pretest dan
    postest pada kelompok intervensi (P=O.OOO), terdapat perbedaan yang signifikan
    rentang .gerak sendi pretest dan postest pada kelompok kontrol (P=O.041),
    terdapat perbedaan yang signifikan kekuatan otot postest antara kelompok
    intervensi dan kelompok kontrol (P=Q.003), dan terdapat perhedaan yang
    signifikan rentang gerak sendi postest antara kelompok intervensi dan kelompok
    kontrol (P=O.OOl).

    Kesimpulan dalam penelitian ini adalah intervensi akupresur apabila
    dikombinasikan dengan latihan gerak: pasif dapat menghasilkan suatu intervensi
    yang efektif untuk meningkatkan kekuatan otot dan rentang gerak sendi pada
    pasien stroke yang mengalami hemiparesis sehingga saran peneliti pada lahan
    praktik adala intervensi ini dapat dijadikan pertimbangan sebagai salah satu
    intervensi pada pasien stroke yang mengalami hemiparesis di Ruang Bedah
    Syaraf.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi