Detail Cantuman

Image of Hubungan Antaretnis Di kelurahan Sosrommenduran, Kecamatan Gedongtengen, Yogyakarta

 

Hubungan Antaretnis Di kelurahan Sosrommenduran, Kecamatan Gedongtengen, Yogyakarta


Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami makna identitas etnis dalam
hubungan antaretnis di Kelurahan Sosromenduran, Kecamatan ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    010030007359301 Ris h/R.17.8Perpustakaan PusatTersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    301 Ris h/R.17.8
    Penerbit Magister Ilmu Sosial Dan Politik : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xii,; 166 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    301
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    2015
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    Tesis
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami makna identitas etnis dalam
    hubungan antaretnis di Kelurahan Sosromenduran, Kecamatan Gedongtengan,
    Y ogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan lingkungan kebudayaan dan
    hipotesa kebudayaan dominan. Lingkungan kebudayaan menekankan pada arena
    interaksi di mana batasan etnis dapat dikuatkan dan dileburkan, tergantung pada
    tujuan interaksi. Hipotesa kebudayaan dominan menekankan adanya suatu
    kebudayaan yang digunakan sebagai rujukan dalam berinteraksi di tempat UIDUID.

    Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif.

    Teknik yang digunakan untuk memperoleh data adalah observasi nonpartisipan
    clan wawancara mendalam. Informan dalam penelitian ini adalah pejabat lokal,
    pengurus dan anggota setiap paguyuban etnis, dan sebagian warga masyarakat
    Sosromenduran

    Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) warga pendatang mengadopsi
    kebudayaan Jawa yang dominan di Yogyakarta, sebagai upaya adaptasi dengan
    penduduk asli. 2) meski mengadopsi kebudayaan Jawa, warga pendatang masih
    mempertahankan simbol identitas etnis mereka, dan mempertegas identitas
    melalui kelompok sosial berdasarkan etnis. 3) batas yang digunakan untuk
    menentukan identitas etnis seseorang, adalah dengan melihat cm fisik, asal-usul,
    clan stereotip. 4) orang Jawa memaknai identitas etnis sebagai modal politik,
    orang Minang memaknai identitas etnis sebagai modal ekonomi, perkawinan,
    politik, dan pendidikan, orang Batak dan orang Tionghoa memaknai identitas
    etnis sebagai modal ekonomi dan perkawinan. 5) perwujudan etnisitas terjadi
    dalam kegiatan yang eksklusif etnis, seperti ulaon, kenduri, dan pertemuan rutin
    kelompok sosial berdasarkan etnis, dan dalam kegiatan yang inklusif etnis seperti
    ruwahan, arisan, perayaan imlek, hari raya Idul Fitri dan Idul Adha, pemerintahan
    kelurahan Sosromenduran, dan dalam rapat RTIRW dan PKK.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi