Detail Cantuman

Image of Pencegahan Perilaku Korupsi Melalui  Konsep Barakah Dalam Kerangka Ekonomi Politik : Studi Kasus Calon Pemimpin Muslim Indonesia

 

Pencegahan Perilaku Korupsi Melalui Konsep Barakah Dalam Kerangka Ekonomi Politik : Studi Kasus Calon Pemimpin Muslim Indonesia


Korupsi adalah masalah yang akut dalam pembangunan ekonomi
Indonesia. Berdasarkan rangking CPI dan Islamieity Index, pemberantasan

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    010030007350330 Aff p/R.12.1Perpustakaan PusatTersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    330 Aff p/R.12.1
    Penerbit Program Magister Manajemen Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    330
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    2015
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    Tesis
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Korupsi adalah masalah yang akut dalam pembangunan ekonomi
    Indonesia. Berdasarkan rangking CPI dan Islamieity Index, pemberantasan
    korupsi di Indonesia masih jauh dari keberhasilan. Indonesia sebagai negara
    dengan populasi muslim terbesar di dunia dengan perkembangan ekonomi
    Islarnnya, konsep barakah muneul sebagai altematif dalam aspek peneegahan
    korupsi.

    Riset ini menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif. Di metode
    kualitatif, lima pimpinan organisasi pemuda Islam dan forum kepemimpinan
    diwawaneara sedangkan di metode kuantitatif 93 sampel diambil dari para alumni
    forum kepemimpinan. Data yang dikumpulkan dianalisis melalui analisis jalur.

    Dalam riset kualitatif, konsep barakah dalam peneegahan korupsi lebih
    aplikatif di dua forum kepemimpinan (FIM dan YLI) dan satu organisasi masjid
    kampus (SALAM VI) dibandingkan dua organisasi pemuda Islam (HMI dan
    IMM). Di dalam riset kuantitatif, model Kwon (2014) ditambah dengan konsep
    barakah signifikan jika diterapkan kepada para ealon pemimpin muslim di
    Indonesia dalam peneegahan korupsi. Walaupun, hanya dua variabel saja yang
    berpengaruh negatif dan signifikan terhadap persepsi korupsi. Hal ini dapat
    disebabkan perbedaan aspek di Korea Selatan dan Indonesia seperti penegakan
    hukum, indeks persepsi korupsi, dan tingkat pendapatan negara.

    Walaupun demikian, konsep barakah masih memiliki kemungkinan yang
    cukup besar sebagai nilai dasar bagi para ealon pemimpin mu slim Indonesia
    selama implementasi nilai-nilai lebih banyak diterapkan ketimbang simbol-simbol
    saja.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi