Detail Cantuman

Image of Ideologi Studiklub Teater Bandung (STB) Ideology Of Studiklub Teater Bandung (STB)

 

Ideologi Studiklub Teater Bandung (STB) Ideology Of Studiklub Teater Bandung (STB)


Disertasi ini berjudul "Ideologi Studiklub Teater Bandung" (STB). STB merupakan
sebuah kelompok teater tertua yang masih ada di Indonesia. ...

  • Tidak ada salinan data

  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    301 Ipi i/R.17.21.1
    Penerbit Program Pascasarjana Program Doktor Ilmu Administrasi Publik UNPAD : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xiii,;494 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    301 Ipi i
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Disertasi ini berjudul "Ideologi Studiklub Teater Bandung" (STB). STB merupakan
    sebuah kelompok teater tertua yang masih ada di Indonesia. Kehadiran dan
    konsistensinya dalam berkarya, terutama pada zaman Suyatna Anirun, memberi
    pengaruh yang besar dalam perkembangan teater, baik di Indonesia dan (terutama) di
    Bandung. Di Bandung, STB memiliki posisi istimewa, karena kelompok ini memiliki
    daya sentripetal dan sentrifugal yang kuat. Dengan daya sentripetal, STB menjadi
    magnit bagi orang-orang untuk belajar teater dan tu rut bergabung dengan kelompok
    teater tersebut; dengan daya sentrifugal, karena keanggotaan STB bersifat terbuka,
    maka banyak orang yang awalnya turut bergabung itu keluar dari STB dan
    melakukan aktivitas berteater dengan kelornpok teat er yang berbeda. Oleh karena
    posisinya seperti itu, maka STB penting untuk diteliti. Penelitian ini bertitik-tolak
    dari pertanyaan: ideologi apa yang melandasi pertunjukan teater STB. Ideologi adalah
    pandangan dari seseorang atau kelompok yang sudah dianggap benar dengan
    sendirinya. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, ditemukan bahwa
    STB dipengaruhi oleh pandangan modernisme yang memandang manusia sebagai
    pusat semesta. Ide ini diterjemahkan oleh Suyatna Anirun, sebagai salah satu
    sutradara STB yang paling produktif, menjadi: teater adalah memanusiakan ide-ide.
    Sebagai realisasi dari pandang itu, pertunjukan-pertunjukan teaternya STB senantiasa
    menonjolkan posisi aktor sebagai pusat dari pertunjukan. Pemilihan naskah untuk
    pertunjukan dan perwujudan tata pent as atau artistik yang dilaksanakan STB
    senantiasa bertitik tolak dari pandangan yang telah dianggap benar dengan sendirinya
    itu. Oleh karena posisi STB sangat istimewa, maka pandangan ini menjadi pandangan
    dominan yang melandasi pertunjukan teater kelompok-kelompok teater yang lain di
    Bandung. Hal ini dimungkin pula oleh po si si Suyatna yang memegang posisi, baik
    sebagai redaktur budaya Koran Pikiran Rakyat maupun sebagai dosen matakuliah
    Pemeranan dan Penyutrdaraan di STSI Bandung. Akan tetapi, meskipun ada
    pandangan yang relatif sama yang menjadi landasan berteater, dalam perwujudannya
    menghasilkan karya-karya teater yang berbeda. Hal itu terjadi sebab manusia tidak
    pernah bisa menangkap utuh setiap gagasan yang diserapnya. Gagasan itu akan selalu
    disaring sesuai dengan pengalaman dan kernampuan yang dimilikinya. Itulah
    sebabnya terjadi perubahan kebudayaan.

  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi