Detail Cantuman

Image of Hubungan Agama dan Negara (Studi Tentang Peran Nadhatul Ulama dalam Masalah Kebangsaan di Indonesia periode Kabinet Indonesia Bersatu II Tahun 2009-2014)

 

Hubungan Agama dan Negara (Studi Tentang Peran Nadhatul Ulama dalam Masalah Kebangsaan di Indonesia periode Kabinet Indonesia Bersatu II Tahun 2009-2014)


Amelia Deliani : Hubungan Agama dan Negara (Studi tentang Peran Nahdatul
Ulama dalam Masalah Kebangsaan di Indonesia Periode Kabinet ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    010030007272322.1 Ame h/R.17.81Perpustakaan PusatTersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    322.1 Ame h/R.17.81
    Penerbit Magister Ilmu Sosial Dan Politik : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    viii,;153 hlm,;29,5 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    322.1
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    2016
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    Tesis
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Amelia Deliani : Hubungan Agama dan Negara (Studi tentang Peran Nahdatul
    Ulama dalam Masalah Kebangsaan di Indonesia Periode Kabinet Indonesia
    Bersatu 11 tahun 2009-2014)

    Hubungan agama dan negara merupakan kajian ilmu sosial- politik yang telah
    berlangsung lama dan menjadi salah satu fokus kaj ian yang penting. Agama dan negara
    merupakan dua kekuatan besar yang mempengaruhi pola hidup manusia. Indonesia
    merupakan negara dengan jumlah umat Muslim terbanyak didunia. Nadhatul Ulama
    (NU) merupakan organisasi masyarakat yang berciri keagamaan dan bemilai
    kebangsaan di Indonesia. NU memiliki masa terbanyak di Indonesia dan sekaligus
    menjadi civil society power.

    Penelitian ini bertujuan untuk 1) memahami hubungan agama dan negara di
    Indonesia, 2) memahami hubungan pemikiran ideologi keislaman Nadhatul Ulama
    dengan negara, 3) memahami NadhatuI Ulama dalam menyikapi isu pluralisme,
    formalisasi syari'at Islam, terorisme, dan konflik agama di Indonesia.

    Untuk menganalisis permasalahan dan mencapai tujuan dalam penelitian ini
    digunakan dua teori. Pertama, teori hubungan agama dan negara yang terbagi menjadi
    tiga 1) Integral, 2) Simbiosis Mutualisme, 3) Sekuler. Kedua, teori motif, ditinjau
    sejarah lahimya Nadhatul Ulama terbagi menjadi tiga 1) Motif Agama, 2) Motif
    Nasionalisme, 3) Motifldeologi.

    Penelitian menggunakan metode deskriptif analisis, dengan pendekatan
    kualitatif sebagai prosedur penelitian. Berbentuk studi kasus, terdapat dua jenis sumber
    data, yaitu sumber dokumenter dan sumber lapangan (wawancara).

    Berdasarkan teori hubungan agama dan negara, Indonesia masuk dalam
    hubungan simbiosis mutualisme. Ajaran dan ideologi Ahlus Sunnah wal 'jamaah
    (aswaja) yang di anut NU memberikan ruang yang terbuka, fleksibel, dan akomodatif,
    dalam kehidupan berbangsa dan bemegara. Dalam menyikapi isu pluralisme, NU
    memandang bahwa keberagarnan di Indonesia merupakan sebuah nilai budaya dan
    harmoni yang harus dijaga. Mengenai isu formaiisasi syariat Islam di Indonesia, NU
    tidak menghendakinya karena Pancasila, NKRI dan UUD 1945 sudah mewakili nilai­
    nilai Islam yang wajib dipatuhi umat. Dan mengenai isu terorisme dan konflik agama
    di Indoneisa, NU memandang bahwa segala bentuk kekerasan dan kejahatan
    kemanusiaan adalah salah, hal tersebut bukanlah representasi agama. Pada saat ini NU
    konsisten untuk berupaya menyadarkan umat, dan meningkatkan intelektualitas bangsa
    dengan pendekatan budaya yang merupakan dasar kehidupan masyarakat dan
    menjadikannya sebagai kekuatan untuk bersatu menuju keadilan bagi semua golongan
    dan mencapai intergritas bersifat nasional, hal ini juga yang merupakan pengertian dan
    tujuan dari istilah Islam Nusantara yang diusung NU.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi