Detail Cantuman

Image of Penanganan Remaja Yang Mengalami Grief Karena Kematian Orangtua Menggunakan

 

Penanganan Remaja Yang Mengalami Grief Karena Kematian Orangtua Menggunakan "Teens Work Through Grief"


Grief adalah reaksi yang muncul akibat dari kondisi emosional yang penuh
dengan kesedihan yang dirasakan seseorang yang disebabkan kehilangan ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    010030007241155.5 fat p/R.19.90Perpustakaan PusatTersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    155.5 fat p/R.19.90
    Penerbit Magister Psikologi : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xv, 146 hlm. ; il. ; 29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    155.5 fat p
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    2016
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    Tesis
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Grief adalah reaksi yang muncul akibat dari kondisi emosional yang penuh
    dengan kesedihan yang dirasakan seseorang yang disebabkan kehilangan orang
    yang dicintai karena meninggal. Penelitian mengenai intervensi untuk membantu
    individu mengatasi grief masih belum banyak dilakukan. Padahal hampir setiap
    individu yang ditinggal meninggal oleh orang yang disayangi akan mengalarni
    grief Penelitian ini bertujuan untuk 1) menghasilkan modul program "teens work
    through grief' dalam Bahasa Indonesia sebagai rancangan intervensi bagi remaja
    yang mengalami grief karena kematian orang tua, 2) mendapatkan data tentang
    kesesuaian program "teens work through grief' untuk membantu remaja yang
    mengalarni grief karena kematian orang tua. Penelitian ini menggunakan metode
    quasi experiment dengan teknik pencarian partisipan purposive. Karakteristik
    partisipan pada penelitian ini adalah remaja yang berusia antara 16 hingga 18
    tahun dan salah satu orang tuanya (ayah atau ibu) telah meninggal. Partisipan
    penelitian ini berjumlah lima partisipan. Pengumpulan data dalam penelitian ini
    menggunakan kuesioner yang terdiri dari skala grief berdasarkan ekspresi dan
    reaksi yang muncul saat grief serta evaluasi reaksi dan pembelajaran partisipan.
    Ekspresi dan reaksi yang muncul saat grief terdiri dari ekspresi fisik, ekspresi
    kognitif, ekspresi afektif, dan ekspresi dalarn bentuk tingkah laku.

    Program intervensi ini lebih menitikberatkan kepada support group dalarn
    membantu remaja mengatasi grief yang dialarninya. Program teen work through
    griefini terdiri dari enam sesi (masing-masing sesi terdiri dari beberapa kegiatan),
    yaitu 1) Helping teens connect, 2) Teens caring for themselves, 3) Learning about
    grief, 4) Moving through the pain, 5) Continuing bonds: Commemorating and
    connecting with the person who died, 6) Moving on and beyond: The search for
    meaning. Proses adaptasi yang dilakukan dalarn penelitian ini meliputi bahasa,
    waktu pelaksanaan, peralatan, dan bahan yang disesuaikan berdasarkan hasil

    . diskusi dengan expert (pembimbing tesis) dan hasil tryout terbatas. Berdasarkan
    hasil penelitian ini, diperoleh bahwa sesi teens caring for themselves pada
    kegiatan affirmation membantu partisipan mengubah pikiran negatif menjadi
    positif. Sesi learning about grief dapat memberikan pengetahuan mengenai grief
    Sesi moving through the pain pada kegiatan dealing with guilt dapat membuat
    partisipan untuk mengekspresikan dirinya mengenai pengalarnan emosional yang
    selarna ini terpendam. Sesi continuing bonds membantu partisipan menghadapi
    dan tidak menghindari segala aktivitas/peristiwa yang berhubungan dengan orang
    tua yang telah meninggal.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi