<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="13345">
 <titleInfo>
  <title>Tanggung Jawab Negara Dalam Penyelesaian Konflik Bersenjata Internal Melalui Pengadilan Hybrid Menurut Perspektif Hukum Internasional Dan Hukum Nasional</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Natalia Lana Lengkong</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Program Doktor Ilmu Hukum UNPAD</publisher>
   <dateIssued>2014</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>x, 344 hlm., Ilus ; 29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Pada situasi konflik bersenjata internal selalu terdapat dampak-dampak negatif, yang pada umumnya berupa pelanggaran hak asasi manusia. Negara bertanggung jawab terhadap pelanggaran norma hukum intemasional. Pelanggaran terhadap kewajiban negara digolongkan sebagai international wrongful act. Bentuk penyelesaian konflik bersenjata internal yang di dalamnya terdapat pelanggaran norma hukum intemasional berbeda-beda disesuaikan dengan kondisi masing-masing Negara, dimana pendekatan yang dilakukan sebagian besar merupakan hasil kompromi. Berdasarkan kenyataan tersebut, disertasi ini meneliti lebih dalam lagi mengenai konflik bersenjata internal dan mekanisme penyelesainnya sebagai bagian dari tanggung jawab negara dilihat dari sudut pandang hukum intemasional terutama hukum humaniter internasional dan hukum nasional.&#13;
Penelitian ini bersifat deskriptif analisis analitik dengan metode pendekatan yuridis normatif dan komparatif. .Penelitian ini menitik beratkan pada studi kepustakaan dengan menggunakan bahan hukum primer dan sekunder. Bahan kepustakaan hukum primer dan sekunder kemudian dianalisis secara yuridis berdasarkan analisis kualitatif.&#13;
Penelitian ini menyimpulkan bahwa hukum intemasional dan hukum nasional harus berperan dalam menentukan status situasi konflik bersenjata internal. Penyelesaian konflik bersenjata internal adalah tanggung jawab Negara. Salah satu cara untuk menyelesaikan sengketa bersenjata internal yang di dalamnya terdapat pelanggaran terhadap norma hukum internasional adalah pengadilan campuran atau pengadilan hybrid. Pengadilan hybrid ini mempunyai ciri yaitu mengakomodasi kepentingan nasional dan kepentingan internasional.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">Natalia Lana Lengkong</note>
 <subject authority="">
  <topic>ilmu hukum</topic>
 </subject>
 <classification>340 Len t</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>340 Len t</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001140100182</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (R.11.6)</sublocation>
    <shelfLocator>R.11.6</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>NATALIA_LANA_LENGKONG0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>13345</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 15:44:41</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-05-29 13:58:05</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>