Kajian Tentang Pembentukan Dan Dinamika Kelas Kreatif di Kota Bandung
ABSTRAK
Kajian ini adalah tentang pembentukan dan dinamika kelas kreatif di Kota Bandung. Tebri yang dipakai untuk mengkerangkai kajian ini ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001140100153 301 Raj k/17.32 Perpustakaan Pusat (REF.17,32) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 301 Raj k/17.32Penerbit Program Pascasarjana Unpad : Bandung., 2014 Deskripsi Fisik xiv,;258 hlm,;29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 301 Raj kTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Budi Rajab -
ABSTRAK
Kajian ini adalah tentang pembentukan dan dinamika kelas kreatif di Kota Bandung. Tebri yang dipakai untuk mengkerangkai kajian ini adalah konsep kelas ekonomi yang dilengkapi dengan kepemilikan modal simbolik. Pendekatan metodologinya kualitatif, dengan menekankan pada kontekstualisasi sejarah dan dinamika masyarakat di daerah penelitian, sehingga datanya merupakan gabungan data sejarah dari sumber sekunder dan data primer dari pengamatan dan wawancara dalam penelitian lapangan.
Temuan penelitian menunjukkan, Kota Bandung pada mulanya sebagai kota kolonial yang plural dan tersegregasi dari segi politik-ekonomi dan kultural. Kepluralan ini terus berlangsung hingga sekarang, tetapi tidak segregasi lagi, dan juga tidak ada kultur lokal yang dominan. Sifat pluralitas yang demikian ini yang menjadi embrio munculnya kelas kreatif.
Perguruan tinggi, yang secara historis juga telah ada di masa kolonial, hingga sekarang jumlahnya jauh lebih banyak dengan berbagai disiplin ilmu, ikut mendorong terbentuknya kelas kreatif. Karya-karya kreatif memang hanya bisa diproduksi dan direproduksi orang-orang yang mengecap perguruan tinggi. Lalu, dewasa ini kreativitas mereka tergantung pada teknologi informasi, yang juga telah menjadi bagian integral dari kultur perguruan tinggi. Kombinasi dari kedua faktor inilah, perguruan tinggi dan teknologi informasi, yang menjadi modal simbolik untuk terbentuknya kelas dan produk-produk kreatif.
Situasi politik masyarakat dan negara pun berpengaruh pada keberadaan dan perluasan kelas kreatif. Pada masa orde lama, ketika masyarakat dan negara mengalami situasi politisasi berlebih, termasuk perguruan tinggi, hampir tidak muncul, kelas kreatif. Ketika orde baru memegang tampuk kekuasaan, pembangunan ekonomi didorong, tetapi masyarakat mengalami depolitisasi. Memang di sini kelas kreatif muncul, tetapi masih terbatas, karena kegiatan dan karya mereka dikontrol ketat oleh negara. Reformasi politiklah yang kemudin mendorong perluasan kelas kreatif di Kota Bandung. Karya-karya mereka juga semakin beragam dengan memanfaatkan momentum demokratisasi ini. Demokratisasi juga memungkinkan mereka terlibat dalam gerakan sosial baru dan dengan beraliansi dengan kelompok kepentingan lain, mereka berpartisipasi dalam penataan tatanan sosial dan lingkungan perkotaan. Tujuan dari keterlibatan dalam gerakan sosial ini adalah agar lingkungan perkotaan yang tertata bisa memperlancar perkembangan ekonomi, sehingga usaha ekonomi mereka bisa berkembang pula.
Tetapi usaha ekonomi kreatif kelas kreatif ini dibatasi oleh pusat perhatian masyarakat perkotaan atas barang-barang yang berubah-ubah. Karena itu, skala usaha mereka kecil-kecil dan dikelola dengan struktur organisasi yang fleksibel, yang memungkinkan mereka bisa menyesuaikan diri terus-menerus pada perubahan pusat perhatian masyarakat perkotaan atas barang-barang konsumsi.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






