Detail Cantuman

Image of Prospek pengolahan air lindi dengan bakteri Indigenous tempat pembuangan akhir (TPA) sampah

 

Prospek pengolahan air lindi dengan bakteri Indigenous tempat pembuangan akhir (TPA) sampah


PROSPEK PENGOLAHAN AIR LINDI DENGAN
BAKTERI INDIGENOUS TEMP AT PEMBUANGAN AKHIR (TPA)
SAMPAH

Mursyidah Amniati

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001140700318333.7 Amn p/R.25.11Perpustakaan Pusat (REF.11)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    333.7 Amn p/R.25.11
    Penerbit Magister Ilmu Lingkungan : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xi,;110 hlm,;29,5 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    333.7 Amn p
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • PROSPEK PENGOLAHAN AIR LINDI DENGAN
    BAKTERI INDIGENOUS TEMP AT PEMBUANGAN AKHIR (TPA)
    SAMPAH

    Mursyidah Amniati

    Pembimbing: Sunardi, M.Si., Ph.D dan Dr. Mia Miranti, MP.

    ABSTRAK

    Penelitian mengenai prospek pengolahan air lindi dengan bakteri indigenous
    tempat pembuangan akhir sampah telah dilakukan. Penelitian ini menggunakan
    metode kuantitatif (eksperimental) dan kualitatif (wawancara dan studi pustaka).
    Metoda eskperlmental dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL)
    faktor tunggal fonnulasi bakteri dalam bahan pembawa yang terdiri dari sebelas
    taraf, yaitu: Kontrol; Listeria sp. fonnulasi 1, Listeria sp. fonnulasi 2, Bacillus sp.
    formulasi 1; Bacillus sp. fonnulasi 2; Micrococcus sp. fonnulasi 1 ;
    Micrococcus sp. fonnulasi 2; Aerococcus sp. fonnulasi 1; Aerococcus sp.
    formulasi 2; konsorsium Listeria sp., Bacillus sp., Micrococcus sp.,
    Aerococcus sp. fonnulasi 1; konsorsium Listeria sp., Bacillus sp.,
    Micrococcus sp., Aerococcus sp. fonnulasi 2. Fonnulasi 1 menggunakan air lindi
    dan molase 5% sebagai bahan pembawa bakteri dan fonnulasi 2 menggunakan air
    lindi, molase 2%, dan urea 2% sebagai bahan pembawa bakteri. Parameter uji
    terdiri dari BODs (Biochemical Oxygen Demand), Total Dissolved Solid (TDS),
    amoniak, DO, pH, dan Total Plate Count (TPC). Hasil penelitian ini menunjukkan
    bahwa semua perlakuan kecuali Micrococcus sp. dan konsorsium fonnulasi 1
    memberikan penurunan BaD yang sama dengan penurunan nilai BOD paling
    efektif terjadi pada Bacillus sp. fonnulasi 2, yaitu sebesar 55,8% setelah 10 hari.
    Semua perlakuan menunjukkan hasil yang sama terhadap penurunan nilai TDS
    (10%). Akan tetapi, semua perlakuan fonnulasi bakteri cenderung meningkatkan
    amoniak sebesar 25,3%. Biaya operasional pengolahan air lindi pada kolam aerasi
    dengan bakteri fonnulasi 2 ialah Rp. 1O.048,OO/m3 air lindi. Pengolahan air lindi
    dengan bakteri fonnulasi 2 memiliki nilai efisiensi ekonomis sebesar 49% jika
    dibandingkan BIOFOR. Dalam aplikasinya, metode ini akan memberikan
    manfaaat, seperti meningkatkan kualitas air sungai di sekitar TP A (penurunan
    BOD dan toksisitas).
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi