<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="13266">
 <titleInfo>
  <title>Kepatuhan dan Instrumen kebijakan perpajakan :</title>
  <subTitle>penelitian terhadap wajib pajak badan dan orang pribadi</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Janti Saragih</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Program Doktor Ilmu Ekonomi Unpad</publisher>
   <dateIssued>2014</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>XXVI,;328 HLM,;29 CM</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris baru mengenai &#13;
(1) faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan pajak, (2) perbedaan kepatuhan &#13;
berdasarkan subjek pajak, klasifikasi penghasilan dan lapangan usaha, serta (3) &#13;
pengaruh kenaikan instrumen kebijakan perpajakan terhadap kepatuhan pajak. &#13;
&#13;
Penelitian ini menggunakan data cross section periode 2001-2011 yang &#13;
diperoleh melalui penelitian lapangan di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal &#13;
Pajak Jawa Timur I dan selanjutnya diestimasikan menggunakan metode &#13;
Ordinary Least Square pendekatan Newey West. &#13;
&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah penghasilan, pajak &#13;
penghasilan, denda, probabilitas dan frekuensi audit serta pengalaman mengisi &#13;
SPT baik secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama berpengaruh signifikan &#13;
terhadap kepatuhan pajak. Jumlah penghasilan berkorelasi positif terhadap &#13;
kepatuhan wajib pajak badan, dan sebaliknya berkorelasi negatif terhadap &#13;
kepatuhan wajib pajak orang pribadi. Kecuali jumlah penghasilan, seluruh &#13;
variabel lainnya berkorelasi positif terhadap kepatuhan wajib pajak badan dan &#13;
orang pribadi. Melalui pengujian beda antar kelompok, wajib pajak badan relatif &#13;
lebih patuh dibandingkan orang pribadi. Di lihat dari tinggi-rendahnya &#13;
penghasilan, wajib pajak badan berpenghasilan tinggi, relatif lebih patuh &#13;
dibandingkan wajib pajak sejenis berpenghasilan rendah. Berdasarkan klasifikasi &#13;
lapangan usaha, wajib pajak badan yang beroperasi di sektor jasa, relatif kurang &#13;
patuh dibandingkan wajib pajak sejenis yang beroperasi di sektor perdagangan, &#13;
sementara wajib pajak badan yang beroperasi di sektor perdagangan relatifkurang &#13;
patuh dibandingkan wajib pajak sejenis yang beroperasi di sektor industri. Dalam &#13;
hal ini kepatuhan wajib pajak badan tertinggi ada di sektor industri, disusul &#13;
perdagangan dan jasa. Wajib pajak orang pribadi yang beroperasi di sektor jasa, &#13;
relatif lebih patuh dibandingkan wajib pajak sejenis yang beroperasi di sektor &#13;
perdagangan, sementara wajib pajak orang pribadi yang beroperasi di sektor &#13;
perdagangan, relatif lebih patuh dibandingkan wajib pajak sejenis yang beroperasi &#13;
di sektor industri. Dalam hal ini kepatuhan wajib pajak orang pribadi tertinggi ada &#13;
di sektor jasa, disusul perdagangan dan industri. Sehubungan dengan kenaikan &#13;
instrumen kebijakan perpajakan, hasil penelitian menunjukkan bahwa kenaikan &#13;
instrumen kebijakan perpajakan mempunyai pengaruh yang berbeda terhadap &#13;
kepatuhan wajib pajak badan dan orang pribadi. Meningkatkan frekuensi audit &#13;
secara terus menerus, berdampak negatif terhadap kepatuhan wajib pajak badan. &#13;
Meningkatkan tarif pajak penghasilan dan denda masing-masing berdampak &#13;
negatif dan positifterhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi.</note>
 <note type="statement of responsibility">Janti Saragih</note>
 <subject authority="">
  <topic>instrumen kebijakan perpajakan, kepatuhan pajak, w</topic>
 </subject>
 <classification>336.2 SAR K</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>336.2 sAR K/12.35</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001150100017</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.12.35)</sublocation>
    <shelfLocator>336.2 sAR K/12.35</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>13266</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 15:44:41</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-09-05 10:12:54</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>