Hubungan ukuran antropometri dengan nilai estetika profil wajah berdasarkan persepsi dokter gigi spesialis ortodontik dan orang awam pada perempuan dewasa etnis sunda
ABSTRAK
Kecembungan wajah, protrusi bibir, dan rasio tinggi vertikal wajah merupakan parameter antropometri yang berperan terhadap penampilan ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001140100140 610 Har h / R.13.15 Perpustakaan Pusat (Ref.13.15) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 610 Har h / R.13.15Penerbit Program Pasca Sarjana : Bandung., 2014 Deskripsi Fisik xix,;168hlm,;29cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 610Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Rudy Hartanto -
ABSTRAK
Kecembungan wajah, protrusi bibir, dan rasio tinggi vertikal wajah merupakan parameter antropometri yang berperan terhadap penampilan wajah. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan ukuran antropometri kecembungan wajah, protrusi bibir atas dan bawah, dan rasio tinggi vertikal wajah pada profil wajah perempuan etnis Sunda. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif (observasional) analitis, dengan tehnik potong lintang yang dilakukan di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran, Bandung dan di Laboratorium Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Sumedang. Waktu penelitian dimulai dari bulan Desember 2013 - Maret 2014.
Kriteria profil wajah yang menarik dan tidak menarik ditentukan dari 130 foto profil wajah perempuan dewasa etnis Sunda yang terpilih sebagai subjek dengan cara kuesioner (Liekert) oleh penilai yang berasal dari dokter gigi spesialis ortodontik perempuan dan laki-laki, orang awam perempuan dan laki-laki. Dilakukan pengukuran antropometri pada subjek yang menarik dan yang tidak menarik dengan mempergunakan software Orto. Data yang didapat diolah dengan uji statistik univariat untuk menghitung nilai rata-rata, simpangan Baku, dan rentang. Uji Kolmogorov-Smirnov untuk menilai normalitas distribusi data, data dari profil yang menarik dengan tidak menarik yang terdistribusi normal dibandingkan dengan uji indepedent sample t test, dan yang tidak terdistribusi normal dengan uji Mann-Whitney. Dilakukan uji regresi logistik untuk mendapatkan hubungan antara kemenarikan profil wajah dengan ukuran antropometrinya.
Basil penelitian menunjukan tidak terdapat perbedaan kecembungan wajah antara subjek yang menarik dengan yang tidak menarik (F Hotelling=1,255; p=0,289). Terdapat perbedaan protrusi bibir atas (ls-TVLsn), jarak bibir atas terhadap subnasion pada profil yang menarik lebih pendek (didepan subnasion) dibandingkan dengan profil yang tidak menarik (Man-Whitney p -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






